Tautan-tautan Akses

Situs Perselingkuhan Digugat di AS Atas Pelanggaran Data


Pendiri Ashley Madison, Noel Biderman, menunjukkan lamannya di sebuah tablet dalam sebuah wawancara dengan media di Hong Kong. (Foto: Dok)

Pendiri Ashley Madison, Noel Biderman, menunjukkan lamannya di sebuah tablet dalam sebuah wawancara dengan media di Hong Kong. (Foto: Dok)

Penggugat menuduh Ashley Madison dan perusahaan induknya Avid Life Media Inc, yang berkantor pusat di Toronto, atas kelalaian dan penyusupan privasi, serta menyebabkan tekanan batin.

Situs perselingkuhan Ashley Madison dan perusahaan induknya telah digugat di pengadilan federal di California oleh seorang pria yang mengklaim bahwa perusahaan-perusahaan itu gagal melindungi informasi pribadi dan keuangan para klien dari pencurian, menambahkan bahwa ia menderita tekanan batin.

Gugatan hukum tersebut, yang diserahkan kepada Pengadilan Distrik AS di Los Angeles oleh seorang pria yang diidentifikasi sebagai John Doe, mendapat status gugatan kelompok atau class-action.

Penggugat menuduh Ashley Madison dan perusahaan induknya Avid Life Media Inc, yang berkantor pusat di Toronto, atas kelalaian dan penyusupan privasi, serta menyebabkan tekanan batin.

Gugatan itu tidak menuntut ganti rugi secara spesifik.

Langkah hukum itu menyusul peretasan terhadap laman Ashley Madison oleh sebuah kelompok yang disebut Impact Team, yang mengunduh "informasi pribadi, keuangan dan rahasia yang sangat sensitif dari sekitar 37 pengguna laman," menurut gugatan hukum tersebut.

Kelompok peretas itu mengancam akan merilis informasi jika situs itu tidak ditutup, dan pada bulan Agustus, jika situs itu tidak ditutup, menerbitkan "informasi pribadi yang dicuri," menurut tuntutan itu.

Data tersebut, yang dipasang di Internet, mencakup jutaan alamat email untuk para pejabat pemerintah AS, para pegawai negeri sipil Inggris dan eksekutif-eksekutif papan atas di perusahaan-perusahaan Eropa dan Amerika Utara.

Gugatan hukum itu mengklaim bahwa pelanggaran data seharusnya dapat dicegah jika perusahaan telah mengambil "langkah pencegahan yang penting dan logis untuk melindungi informasi para pengguna, dengan, misalnya, melakukan enkripsi data."

Gugatan itu mengatakan bahwa selain membuat "informasi yang sangat pribadi dan memalukan dapat diakses publik," pelanggaran data itu membuat detil-detil pribadi seperti informasi alamat, nomor telepon dan kartu kredit tersedia di Internet.

Avid Life Media tidak dapat dimintai keterangannya.

Perusahaan itu dituntut di Kanada minggu lalu dalam gugatan kelompok yang meminta ganti rugi sekitar US$760 juta.​

XS
SM
MD
LG