Tautan-tautan Akses

AS

Situs Bank of America Melambat Seiring Ancaman Terkait Film Anti-Islam


Halaman depan situs Bank of America, bankofamerica.com.

Halaman depan situs Bank of America, bankofamerica.com.

Peretas di dunia maya mengancam akan meluncurkan serangan di dunia maya terhadap Bank of America dan target-target di AS lainnya.

Situs milik Bank of America Corp kerap mengalami gangguan pada Selasa (18/9), di tengah adanya ancaman di Internet bahwa sekelompok orang berencana meluncurkan serangan di dunia maya terhadap bank tersebut serta target-target AS lainnya untuk memrotes film anti-Islami yang memicu kericuhan di Timur Tengah.

Seseorang yang mengklaim diri mewakili “perang dunia maya oleh Izz ad-din Al qassam" mengatakan akan menyerang Bank of America dan Bursa Saham New York sebagai “langkah pertama” dalam sebuah kampanye melawan properti-properti “Kapitalis-kapitalis Amerika-Zionis.”

“Serangan ini akan terus terjadi sampai Penghapusan film menjijikkan itu. Hati-hati, serangan ini dapat muncul dalam berbagai jenis,” ujar pernyataan tersebut pada buletin Internet pastebin.com, dimana peretas seringkali mengirim ancaman-ancaman semacam itu. Sulit untuk memverifikasi identitas orang yang mengeposkan pernyataan tersebut.

Sebuah film pendek yang mengolok-olok Nabi Muhammad, dibiayai oleh dana swasta di Amerika Serikat dan diunggah di Internet, telah memicu demonstrasi berhari-hari di dunia Arab, Afrika, Asia dan beberapa negara Barat.

Bank of America mengatakan lamannya tetap bekerja namun beberapa pelanggan mungkin menghadapi keterlambatan.

“Kami sedang mengatasi masalah ini untuk menjamin servis yang penuh,” ujar juru bicara bank, Mark Pipitone.

Saat ditanya apakah situs tersebut merupakan korban serangan penolakan servis, ia mengatakan: “Saya bisa menginformasikan bahwa kami terus mengambil tindakan proaktif untuk melindungi sistem-sistem kami.”

Bursa Saham New York, yang beroperasi dengan nama NYSE Euronext, menolak berkomentar.

Para pelanggan Bank of America yang dihubungi kantor berita Reuters di New York, Georgia, Ohio dan Michigan mengatakan bahwa mereka tidak dapat mengakses laman tersebut.

Tahun lalu, bank AS nomor dua tersebut mengalami masalah dengan situsnya selama enam hari, yang disebabkan oleh lalu lintas yang padat dan peningkatan sistemnya. Situs tersebut memungkinkan pelanggan untuk memeriksa saldo, mengirim uang dan melakukan pembayaran. (Reuters/Rick Rothacker dan Jim Finkle)
XS
SM
MD
LG