Tautan-tautan Akses

Siswa Internasional Belajar Kuliner di Amerika Serikat


Instruktur koki J.J. Lui dari Inggris mengatakan bahwa dalam lima atau enam tahun lagi, koki AS tidak perlu lagi bepergian ke luar negeri untuk mengikuti pelatihan kuliner.

Pada tahun 1946, ketika tentara AS kembali dari Perang Dunia Kedua, sebuah lembaga pendidikan kuliner didirikan bagi para veteran di AS timur laut.

Kini, lembaga itu disebut Institut Kuliner Amerika, dengan tiga kampus di AS dan satu kampus di Singapura. Lebih dari 12 persen siswanya berasal dari luar AS.

Kampus utama Institut Kuliner Amerika berdiri di dataran tinggi dengan pemandangan Sungai Hudson, di Hyde Park, New York. Sekitar 2,500 siswanya, termasuk 300 dari 48 negara, dengan antusias ikut dalam pelajaran akademis dan keahlian yang tidak biasa.

“Dalam dua tahun pertama disini, para siswa dapat merasakan pengalaman bekerja dalam lingkungan restoran dan menggunakan keterampilan berpikir secara kritis untuk mengatasi segala macam tantangan,” jelas Brendan Walsh, dekan sekolah itu.

Ada berbagai disiplin kuliner yang diajarkan di sekolah ini, seperti mempelajari bagaimana bahan-bahan mengubah cara menyiapkan makanan.

“Kami belajar apa fungsi sebuah bahan? Mengapa kita menggunakannya? Apa manfaatnya bagi makanan? Apakah memberikan rasa, tekstur, atau warna?,” kata Haya Emman, salah seorang siswa dari Pakistan. Emman ingin mendirikan restoran khusus di Karachi.

Sesama rekannya di sekolah itu, Regina Ardura berasal dari Mexico City. Tujuan karirnya agak berbeda. “Saya ingin bekerja di dapur uji coba. Saya juga mempertimbangkan untuk bekerja di sebuah perusahaan anggur dan membuat anggur,” kata Regina.

Institut Kuliner Amerika (Food Culinary Institute of America) di New York (Foto: dok).

Institut Kuliner Amerika (Food Culinary Institute of America) di New York (Foto: dok).

Di kampus ini, para siswa juga diajarkan tentang bagaimana menata ruang makan, menata makanan sehingga terlihat indah, dan membuat es krim langsung di meja pelanggan.

Bagi siswi Crystal Tan dari China, membuat kue dan pastry yang indah merupakan kebahagiaan tersendiri untuknya. Crystal ingin keliling dunia dan bekerja di berbagai toko kue, memadukan berbagai budaya dan bahan-bahan makanan. “Membuat kue itu menyenangkan. Dengan bahan-bahan sederhana kita bisa menyenangkan orang. Itulah yang membuat saya tertarik membuat kue,” ujarnya.

Instruktur koki J.J. Lui dari Inggris mengatakan bahwa dalam lima atau enam tahun lagi, koki AS tidak perlu lagi bepergian ke luar negeri untuk mengikuti pelatihan kuliner. "Koki Amerika akan mampu mengelola dan memiliki restoran-restoran bintang 3 dengan menghadiri program-program seperti yang kita lakukan disini,” kata J.J Lui.

Institut Kuliner Amerika memiliki cabang di San Antonio, Texas, di pusat anggur California dan di Singapura.

XS
SM
MD
LG