Tautan-tautan Akses

Sistem Keselamatan Armada Transportasi Air Indonesia Jadi Sorotan

  • Petrus Riski

Kapal penumpang Kirana 9 yang bernasib nahas di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, Rabu (28/9).

Kapal penumpang Kirana 9 yang bernasib nahas di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, Rabu (28/9).

Dalam seminggu terakhir armada transportasi air mendapat sorotan dengan seringnya terjadi kasus kecelakaan, yang menimbulkan korban jiwa meninggal dunia maupun luka-luka.

Kecelakaan kapal dalam seminggu terakhir, terjadi pada kasus tabrakan kapal di Sungai Barito Kalimantan Selatan, kemudian tenggelamnya kapal penumpang di perairan Madura, serta yang terakhir insiden kebakaran kendaraan dalam kapal yang menimbulkan jatuhnya korban jiwa di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya.

8 orang penumpang tewas dan 55 orang penumpang mengalami luka-luka, akibat kebakaran kendaraan truk yang ada di dalam kapal penumpang Kirana 9, di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya. Kapal penumpang ini saat insiden itu akan berlayar menuju Kota Batu Licin Kalimantan Selatan.

Kecelakaan kapal disebabkan oleh muatan berlebih, kelalaian awak kapal, hingga kelalaian penumpang kapal. Sistem keselamatan kapal menjadi sorotan, saat penumpang tidak dapat menyelamatkan diri sendiri dalam situasi yang menimbulkan kepanikan.

Seorang penumpang selamat asal Jember Jawa Timur, Amirudin menceritakan, suasana panik karena munculnya asap dari truk yang terbakar, menyebabkan instruksi awak kapal mengenai kebakaran tidak dapat diterima dengan baik oleh penumpang. Banyak penumpang yang memilih terjun dari atas kapal, sementara yang lainnya berdesakan turun dan saling terinjak.

Amirudin, mengatakan, “Dari orang langsung bangunin saya pak, langsung seperti bapak saya waktu tidur langsung, kebakaran, lari bapak, saya mengikutin. Akhirnya melihat keadaan tenang-tenang orang, malah mau kembali lagi. Nyatanya mau kembali lagi, asap langsung keluar macam seperti itu, kembali lagi. Sudah gitu saya langsung lari ke pinggir, orang banyak melompat, saya otomatis ikut melompat. Ndak terluka pak, terkilir mungkin pak.”
Para keluarga dan kerabat menangisi anggota keluarga mereka yang tewas dalam insiden KMP Kirana 9 di Surabaya (28/9).

Para keluarga dan kerabat menangisi anggota keluarga mereka yang tewas dalam insiden KMP Kirana 9 di Surabaya (28/9).

Meski penyelidikan dan investigasi penyebab kebakaran masih dilakukan pihak kepolisian, pemerintah melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Laut, Kementerian Perhubungan menjelaskan, bahwa kejadian yang menewaskan 8 orang penumpang bukan berasal dari kesalahan kapal.

Direktur Jenderal Perhubungan Laut, Kementerian Perhubungan Indonesia, Leon Muhammad menegaskan, sumber kebakaran bukan dari kapal namun berasal dari truk. Sedangkan bahan berbahaya yang menimbulkan kebakaran truk, masih diselidiki pihak kepolisian.

Leon Muhammad menjelaskan, “Jadi bukan kapal yang terbakar, tapi truk yang terbakar di atas kapal. Dan justru truk yang terbakar ini di bagian pengemudinya. Jadi sekarang ini tim invetigasi sedang jalan, yang dilakukan oleh pihak polri maupun pihak lainnya yang terkait. Mudah-mudahan dapat mengungkap penyebab dari terbakarnya truk tersebut.”

Sementara itu, perusahaan pemilik armada kapal penumpang Kirana 9, memastikan akan bertanggungjawab dalam peristiwa kebakaran ini. Direktur Utama PT. Darma Lautan Utama, Bambang Harjo mengatakan, perawatan penumpang yang sakit hingga pemulangan ke daerah asal akan ditangani oleh perusahaan pemilik kapal, termasuk santunan dan asuransi bagi korban meninggal maupun luka-luka.

Bambang Harjo mengatakan, "Semua korban baik itu yang meninggal atau pun yang sakit ini sudah kami bantu untuk pelaksanaan di asuransi jasa raharjanya. Yang kedua adalah kami juga akan memberikan satu santunan baik itu yang sakit maupun yang korban meninggal. Jadi ini sekaligus kami akan memulangkan yang bersangkutan dengan biaya kami untuk ke tempat yang bersangkutan.”

Dirjen Perhubungan Laut Leon Muhammad menambahkan, keselamatan perjalanan harus menjadi perhatian serius para pemilik armada kapal, dengan menyiapkan segala aspek penunjang keselamatan penumpang. Selain itu para penumpang juga diminta ikut terlibat menjaga keamanan dan keselamatan perjalanan kapal, dengan tidak membawa muatan yang dilarang.


XS
SM
MD
LG