Tautan-tautan Akses

Kisah Nyata: Sinyal-sinyal Matahari Makhluk Luar Angkasa

  • Chris Simkins

Para peneliti memperhatikan perilaku ganjil di beberapa bintang yang mirip Bumi.

Para peneliti memperhatikan perilaku ganjil di beberapa bintang yang mirip Bumi.

Teorinya adalah bahwa perabadan yang sangat maju mengirimkan pesan-pesan kepada kita dengan mengubah spektrum bintang-bintang mereka.

Dalam seminggu terakhir, internet diramaikan cerita-cerita seperti berikut: "Bintang-bintang Tampak Ganjil, atau Memang Ada 234 Makhluk Luar Angkasa yang Mencoba Mengontak Kita" dan "Para Astronom Mendeteksi Sinyal-sinyal Bintang Ganjil yang 'Barangkali' Makhluk Luar Angkasa yang Membuat Kontak."

Selain itu ada artikel-artikel lain yang meminta semua orang untuk tenang, seperti yang satu ini dari Nature World News: "Tidak, Makhluk Luar Angkasa Tidak Sedang Berkomunikasi Lewat Sinyal Ganjil dari Bintang-bintang."

Jadi yang mana yang benar?

Ermanno Borra dan E. Trottier dari Laval University di Quebec, Kanada, merilis sebuah makalah untuk kajian sejawat pada 14 Oktober. Borra mengatakan bahwa modulasi ritmis di spektrum cahaya bintang-bintang adalah seperti denyut atau kode Morse. Menurut teorinya, jika peradaban-peradaban yang sangat maju ingin berbicara dengan kita, pengiriman dengan modulasi tersebut merupakan salah satu cara.

Borra mengatakan karena mustahil mencari sinyal-sinyal dari sebuah planet, mengirim sinyal dengan mengubah spektrum matahari merupakan cara yang mudah dideteksi untuk mengirim pesan antarbintang.

Borra sendiri tidak sepenuhnya yakin hal itu merupakan sinyal antarbintang.

"Lewat analisis menyeluruh," ujarnya, "kami menyimpulkan bahwa itu mungkin sinyal nyata, tapi pada tahap ini, kita harus sangat, sangat berhati-hati karena ini tidak pasti.

Ia menambahkan bahwa perlu lebih banyak riset dan teleskop yang lebih baik untuk mendapatkan kebenaran.

Astronom senior Seth Shostak dari Pencarian Intelijen Ekstraterestrial (‚ÄčSETI), mengatakan ada bias dalam laporan Borra dan timnya. Salah satu isunya yang kedua pihak sadari adalah bahwa para astronom tidak dapat melihat ke setiap bintang, jadi para astronom cenderung memilih yang sama seperti kita. Matahari adalah bintang satu-satunya yang kita ketahui telah memberi kehidupan, sehingga kemungkinan bintang-bintang yang ditemukan Borra mirip dengan kita.

"Jika kita melihat jutaan hal, masalah dengan instrumentasi akan muncul dalam data kita," ujar Shostak. Jadi bukan hal yang aneh jika dari jutaan bintang yang disurvei, beberapa akan menunjukkan karakteristik tidak biasa, namun tidak berarti bahwa itu makhluk luar angkasa.

Shostak menambahkan bahwa terlalu kebetulan jika 200 lebih bintang, terpisah puluhan, ratusan atau ribuan tahun cahaya, akan mengirim sinyal pada saat yang sama.

Ia mengatakan bahwa hal itu sepertinya buang-buang energi besar sementara pengiriman sinyal yang sama dapat dilakukan hanya lewat radio.

Namun Shostak menambahkan bahwa ia dan sesama astronom bertaruh bahwa kita akan menemukan bukti definitif kehadiran makhluk ekstraterestrial dalam beberapa dekade mendatang. [hd]

XS
SM
MD
LG