Tautan-tautan Akses

26 Pekerja Migran yang Dideportasi Singapura, Dukung Kelompok Teroris


Para pekerja migran dari Bangladesh merayakan hari raya Idul Fitri di sebuah masjid di Singapura (foto: ilustrasi).

Para pekerja migran dari Bangladesh merayakan hari raya Idul Fitri di sebuah masjid di Singapura (foto: ilustrasi).

Polisi Bangladesh mengatakan Kamis (21/1) bahwa para pekerja migran itu adalah anggota Ansarullah Bangla Team atau ABT, sebuah organisasi militan Islam garis keras Bangladesh

Sebulan setelah Singapura mendeportasi 26 pekerja migran Muslim Bangladesh yang telah dituduh mendukung ideologi kelompok teroris Islam seperti al-Qaida dan ISIS, pihak berwajib di negara-negara Asia tenggara mengatakan orang-orang itu berniat untuk berpartisipasi dalam"jihad bersenjata" di Timur Tengah dan Bangladesh.

Setelah dilakukan penyelidikan pertama, termasuk interogasi orang-orang yang dideportasi, polisi Bangladesh mengatakan pada hari Kamis bahwa mereka adalah anggota Ansarullah Bangla Team atau ABT - sebuah organisasi militan Islam garis keras Bangladesh yang dilarang dan dituduh melakukan sejumlah pembunuhan blogger atheis di negaraitu tahun lalu.

Monirul Islam, komisaris dari Bagian Detektif Kepolisian Metropolitan Dhaka atau DMP mengatakan,"Kami tidak memiliki bukti orang-orang ini punya hubungan dengan ISISatau al-Qaida. Tetapi, kami memperoleh temuan bahwa mereka adalah pengikut ulama Muslim pemimpin ABT, Jasimuddin Rahmani dan mereka berusaha membebaskan dirinya dari penjara awal bulan ini."

Rahmani dijatuhi hukuman lima tahun penjara sehubungan dengan pembunuhan blogger atheis Rajib Haider tahun 2013.

Polisi Bangladesh menuntut 14 orang berdasarkan Undang-Undang Anti-Terorisme.

Mashrukure Rahman, wakil komisaris DMP, mengatakan kepada media, "Kami menangkap 14 orang setelah penyelidikan utama di Bangladesh memperoleh temuan, mereka kemungkinan mempunyai hubungan dengan kelompok militan. 12 orang lainnya dibebaskan karena kami tidak menemukan mereka terkait dengan militan. Namun, mereka berada di bawah pengamatan cermat kami.”

Polisi di Singapura menangkap 27 pekerja bangunanBangladesh antaratanggal 16 Novemberdan 1 Desember tahun lalu, setelah mengawasi merekaselama berbulan-bulan. [sp/ds]

XS
SM
MD
LG