Tautan-tautan Akses

Sierra Leone Larang Warga Sembunyikan Penderita Ebola


Seorang petugas kesehatan, mengenakan pakaian pelindung yang menutupi tubuh dari ujung rambut sampai ujung kaki, menawarkan air pada pasien Ebola di sebuah pusat perawatan di Sierra Leone (20/8). (Reuters/Jo Dunlop/UNICEF)

Seorang petugas kesehatan, mengenakan pakaian pelindung yang menutupi tubuh dari ujung rambut sampai ujung kaki, menawarkan air pada pasien Ebola di sebuah pusat perawatan di Sierra Leone (20/8). (Reuters/Jo Dunlop/UNICEF)

WHO mengatakan banyak warga yang memilih menyembunyikan kerabat mereka yang menderita Ebola daripada menghadapi stigma dan dikucilkan akibat virus itu.

Sierra Leone mengesahkan undang-undang yang melarang orang menyembunyikan penderita virus Ebola.

Menurut UU itu, yang disahkan parlemen Jumat malam (22/8), orang yang melanggar bisa dipenjara maksimal dua tahun.

Badan Kesehatan Sedunia (WHO) mengatakan banyak warga yang memilih menyembunyikan kerabat mereka yang menderita Ebola daripada menghadapi stigma dan dikucilkan akibat virus itu. WHO mengatakan banyak lainnya menganggap klinik isolasi pengobatan Ebola sebagai tempat bagi pasien-pasien untuk semakin sakit dan meninggal.

Sementara itu, kementerian kesehatan Inggris Sabtu mengatakan seorang warga Inggris di Sierra Leone terbukti positif mengidap Ebola. Belum ada rincian mengenai kasus tersebut.

Jumat malam, Pantai Gading mengumumkan telah menutup perbatasan daratnya dengan Guinea dan Liberia. Mereka menyusul negara-negara lain yang berusaha terhindar dari wabah Ebola yang merajalela di empat negara yaitu Guinea, Liberia, Sierra Leone dan Nigeria.

WHO mengatakan korban tewas akibat Ebola di Afrika Barat telah mencapai 1.427 orang dan ada 2.615 penderita yang positif mengidap virus mematikan itu di keempat negara tersebut.

XS
SM
MD
LG