Tautan-tautan Akses

Sierra Leone Kukuhkan Kematian Baru Akibat Ebola


Virus Ebola.

Virus Ebola.

Pengukuhan ini terjadi kurang dari seminggu setelah pasien terakhir Ebola diizinkan pulang dari rumah sakit.

Para pejabat kesehatan di Sierra Leone, Minggu (30/8), mengukuhkan kasus kematian baru akibat virus Ebola, kurang dari seminggu setelah pasien terakhir Ebola diizinkan pulang dari rumah sakit.

Kepala Urusan Medis Sierra Leone Brima Kargbo mengatakan contoh-contoh yang diambil dari mayat seorang perempuan berusia 67 tahun, yang meninggal baru-baru ini di kawasan pedesaan dekat perbatasan Guinea, terbukti positif mengandung virus penyakit mematikan tersebut.

Kargbo mengatakan kepada kantor berita Reuters, uji lebih lanjut sedang dilakukan untuk memastikan diagnosa tersebut.

Pusat Tanggap Ebola Nasional di Sierra Leone mengatakan sedang melacak orang-orang yang mungkin melakukan kontak dengan perempuan tersebut.

Pasien Ebola terakhir yang diketahui ada di Sierra Leone diizinkan meninggalkan rumah sakit 24 Agustus lalu. Jika tidak ada kasus baru dalam 42 hari mendatang maka negara itu bisa dinyatakan bebas Ebola.

WHO mengatakan lebih dari 11.300 orang di Sierra Leone, Guinea dan Liberia meninggal akibat Ebola, lebih dari sepertiga seluruh warga Afrika Barat yang diketahui tertular virus itu. Krisis yang dimulai pada awal tahun 2014 itu adalah yang terburuk dalam sejarah.

XS
SM
MD
LG