Tautan-tautan Akses

Berkat Udang, Sidoarjo Raih Rekor MURI Krupuk Terpanjang Dunia

  • Petrus Riski

Bupati Sidoarjo Saiful Ilah bersama Direksi PT. Sekar Laut menunjukkan Piagam MURI di depan krupuk terpanjang (VOA/Petrus).

Bupati Sidoarjo Saiful Ilah bersama Direksi PT. Sekar Laut menunjukkan Piagam MURI di depan krupuk terpanjang (VOA/Petrus).

Sektor budidaya ikan dan udang menjadi salah satu roda penggerak perekonomian di Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, meskipun sempat terpuruk akibat luapan lumpur Lapindo.

Untuk mengangkat kembali sektor perikanan di Sidoarjo, khususnya udang, sebuah perusahaan krupuk memprakarsai pembuatan krupuk udang terpanjang dan terbesar di dunia.

Kabupaten Sidoarjo kembali menarik perhatian masyarakat, setelah meraih dua penghargaan dari Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI). Rekor pertama adalah “Krupuk Terpanjang dan Terbesar di Dunia”, dengan panjang 440 sentimeter dan lebar sekitar 60 sentimeter. Selain itu juga rekor “Makan Krupuk dengan Peserta Terbanyak” yang mencapai 10.000 orang.

Bupati Sidoarjo Saiful Ilah mengaku bangga dengan pencapaian yang diraih Sidoarjo, yang semakin mengenalkan kota ini untuk produk perikanannya.

“Namanya tadi sudah dapat MURI ya alhamdulillah, rekor dunia lagi, bukan Indonesia, dunia rekornya, terpanjang, terlebar, dan yang makan juga lebih kurangnya 10.000 orang,” ujar Saiful.

Proses penggorengan krupuk terpanjang dan terbesar di dunia. (VOA/Petrus).

Proses penggorengan krupuk terpanjang dan terbesar di dunia. (VOA/Petrus).

Diraihnya dua rekor MURI ini tidak lepas dari peran PT. Sekar Laut selaku produsen Krupuk asal Sidoarjo yang menggagas kegiatan ini. Presiden Direktur PT. Sekar Laut, Harry Sunogo mengatakan melalui rekor ini Sidoarjo tidak hanya dikenal karena produk ikan dan udangnya, melainkan juga produk olahan udang berupa krupuk yang merupakan makanan khas masyarakat Indonesia.

"Kota Sidoarjo ini adalah kota Udang, jadi juga dikenal dengan kota Krupuk Udangnya, dan krupuk ini sudah memasyarakat di masyarakat kita, jadi kita ingin mengukuhkan kota Sidoarjo ini adalah kota krupuk Udang yang terbesar dan terbanyak,” papar Harry.

Produk krupuk di Sidoarjo tidak dapat dilepaskan dari produk perikanan khususnya udang, karena bahan baku utama krupuk adalah udang hasil tambak nelayan. Harry Sunogo menuturkan upaya memperkenalkan krupuk di pasar dunia seperti Eropa dan Amerika, bisa menjadi salah satu cara untuk mengangkat kesejahteraan petani tambak atau nelayan di Sidoarjo dan Jawa Timur.

Harry menambahkan, “Dengan usaha krupuk udang ini kita juga ada keterkaitan dengan petani, nelayan. Jadi kita memang mengambil hasil dari mereka, sehingga ini juga ada dampak terhadap sektor perikanan (Sidoarjo).”

Bupati Sidoarjo Saiful Ilah mengatakan, dengan luasan tambak di Sidoarjo yang mencapai 15.000 hektar, ia berharap sektor perikanan khususnya di air payau bisa semakin meningkat produksinya, terutama menghadapi persaingan pasar global yang semakin ketat.

“Jadi Sidoarjo betul-betul kota Udang, kota pertambakan, betul-betul kota perikanan dan masih agraris. Sidoarjo tambak masih tetap, sekitar 15.000 hektar di Sidoarjo tambaknya, ya kalau bisa jangan sampai habis,” demikian harap Saiful. [pr/em]

XS
SM
MD
LG