Tautan-tautan Akses

Sidang Majelis Umum PBB Soroti Krisis Suriah


Wakil Presiden Indonesia Jusuf Kalla saat menyampaikan pidato pada KTT Pembangunan Berkelanjutan di New York (26/9).

Wakil Presiden Indonesia Jusuf Kalla saat menyampaikan pidato pada KTT Pembangunan Berkelanjutan di New York (26/9).

Para pemimpin dunia berada di New York mengikuti sidang Majelis Umum PBB yang ke-70. Sebagaimana disampaikan reporter VOA Vina Mubtadi dari New York, salah satu hal yang menjadi sorotan di hari pertama ini adalah solusi krisis di Irak dan Suriah, termasuk bagaimana mengatasi gelombang pengungsi.

Sidang Majelis Umum PBB adalah acara tahunan dimana sejumlah pemimpin dunia bertemu membahas isu-isu internasional. Sesuai tradisi, sejak Sidang Majelis Umum pertama 70 tahun lalu, Brasil selalu mendapat giliran bicara pertama, disusul oleh AS selaku tuan rumah.

Obama mengatakan, “Di Irak, AS menyadari bahwa ratusan ribu pasukan dan trilyunan dolar, tidak bisa menjamin stabilitas di negara asing. Apabila kita tidak bekerja sama dengan negara lain di bawah norma-norma dan prinsip-prinsip internasional yang melegitimasi upaya kita, kita tidak akan berhasil.”

Isu besar yang disorot dalam sidang tahun ini adalah mengatasi gelombang pengungsi yang melarikan diri dari kekerasan di Suriah, serta bagaimana dunia internasional dapat berperan mengatasi krisis yang telah memasuki tahun kelima.

Salah satu yang menjadi sorotan pada hari pertama ini adalah pidato Vladimir Putin. Pemimpin Rusia ini menyampaikan proposal intervensi militer PBB di Suriah, melalui pembentukan koalisi internasional termasuk Rusia, AS dan Iran, guna mengalahkan kelompok teroris Negara Islam ISIS.

Proposal Putin mensyaratkan bahwa Presiden Suriah Bashar Al Assadterus berkuasa, hingga Suriah cukup stabil mengatur peralihan kekuasaan.

“Adalah sebuah kesalahan besar apabila menolak bekerja sama dengan pemerintah Suriah dan pasukan bersenjatanya yang terus memerangi teroris. Kita harus mengakui bahwa selain pasukan bersenjata Presiden Assad dan milisi Kurdi yang benar-benar memerangi ISIS dan organisasi teroris lain di Suriah, tidak adak kekuatan lain yang melawan mereka," ujar Putin.

Sementara itu, usai menghadiri pembukaan Sidang Majelis Umum, Wakil Presiden Jusuf Kall mengatakan kepada VOA bahwa konflik di Suriah dan Irak tidak bisa diselesaikan dengan kekuatan militer.

“Dia (Obama) mengatakan bahwa trilyunan dolar dan pasukan terhebat dikerahkan di Irak tapi tidak bisa menyelesaikan persoalan. Karena itu yang terbaik ialah stabilitas dan demokrasi. Karena itu kita katakan demokrasi juga harus dicapai dengan cara demokratis, karena di Irak itu atas nama demokrasi tapi dihilangkannya dengan tidak demokratis, akibatnya begini,” ujarnya.

JK dijadwalkan berpidato di hadapan Sidang Majelis Umum PBB hari Jumat. Wapres diperkirakan akan menyampaikan seruan Indonesia agar dunia internasional membantu pengungsi Suriah dan mencapai rekonsiliasi inklusif di negara itu. [vm/ii]

XS
SM
MD
LG