Tautan-tautan Akses

AS

Sidang Koresponden Washington Post Akan Diadakan Senin


Peringatan penahanan koresponden Washington Post, Jason Rezaeian. (Foto: dok.)

Peringatan penahanan koresponden Washington Post, Jason Rezaeian. (Foto: dok.)

Redaktur eksekutif suratkabar Washington Post, Martin Baron mengatakan sidang terakhir perkara koresponden suratkabarnya Jason Rezaian yang sudah lebih dari satu tahun ditahan di Iran akan diadakan hari Senin (10/8).

Martin Baron mengatakan lewat pernyataan hari Sabtu pengacara Jason Razaian, koresponden Washington Post yang bertugas di Teheran sejak tahun 2012, telah diberitahu bahwa sidang tertutup Pengadilan Revolusioner hari Senin merupakan yang terakhir sebelum vonis dijatuhkan.

Razaian ditangkap bulan Juli tahun lalu bersama istrinya Yeganeh Salehi yang juga wartawan dan ditahan beberapa bulan sebelum dikenakan tuduhan resmi. Ia kemudian dituduh melakukan mata-mata dan bekerja untuk pemerintah musuh.

Baron mencap sidang pengadilan atas diri Razaian sebagai sandiwara dan tuduhan yang ditimpakan padanya samasekali tidak beralasan dan tidak masuk akal. Menurut Baron, Iran berperilaku rendah sepanjang kasus sandiwara itu, memenjarakan seorang wartawan yang tidak bersalah selama lebih dari setahun dan membuatnya mengalami perlakuan tidak wajar dan pelecehan psikologis. Ia meminta pengadilan membatalkan semua tuduhan dan membebaskan Razaian dengan mengatakan Iran mempunyai peluang untuk menyelesaikan kasus tersebut secara manusiawi.

Juru bicara Departemen Luar Negeri Amerika, Mark Toner menerangkan kepada wartawan hari Kamis, Amerika terus menghimbau Razaian dibebaskan begitu pula semua warga Amerika yang ditahan di Iran.

Menteri Luar Negeri John Kerry telah mengatakan Razaian tidak menimbulkan ancaman terhadap Iran dan Amerika kecewa dengan kasusnya itu. Waktu ditanya bulan lalu apakah kasus Razaian bisa termasuk dalam kesepakatan nuklir dengan Iran, Kerry mengatakan pihaknya berusaha keras untuk menyelesaikan kasusnya. Dua warga Amerika lain Saeed Abedini dan Amir Hekmati sudah beberapa tahun ditahan di Iran.

Di samping himbauan Washington Pos dan pejabat-pejabat Amerika, himbauan bagi pembebasan Razaian datang dari berbagai kelompok pembela kebebasan pers dan individu dari seluruh dunia. Hampir 500 ribu orang menandatangani petisi meminta Razaian dibebaskan tanpa syarat.

Dewan Komite Untuk Melindungi Journalis mengirim surat kepada menteri kehakiman Iran tanggal 20 Juli lalu menghimbau kasus Razaian segera diakhiri dan ia dibebaskan. ‘Belum pernah terjadi seorang wartawan internasional ditahan sedemikian lama di Republik Islam Iran. Kolega kami telah dimungkiri dari peluang untuk membela diri dari semua tuduhan’ kata surat itu.

XS
SM
MD
LG