Tautan-tautan Akses

AS

Sidang Bom Boston Lanjutkan Pembelaan terhadap Tersangka


Sketsa gambar menunjukkan: Dzhokhar Tsarnaev (tengah) didampingi dua pengacaranya Miriam Conrad (kiri) dan Judy Clarke dalam pengadilan di Boston (foto: dok).

Sketsa gambar menunjukkan: Dzhokhar Tsarnaev (tengah) didampingi dua pengacaranya Miriam Conrad (kiri) dan Judy Clarke dalam pengadilan di Boston (foto: dok).

Tersangka pengeboman Maraton Boston Dzhokhar Tsarnaev hadir di pengadilan hari Selasa (31/3), hari kedua pembelaan terhadapnya.

Tersangka pelaku pengeboman Maraton Boston Dzhokhar Tsarnaev kembali hadir di pengadilan hari Selasa (31/3). Ini merupakan hari kedua pembelaan dalam peradilan terhadapnya.

Tim pengacara Tsarnaev mulai memanggil saksi-saksi mata hari Senin, setelah jaksa mengakhiri pembacaan kasusnya.

Tsarnaev, 21 tahun, diancam hukuman mati atau penjara seumur hidup jika didapati bersalah terkait serangan 15 April 2013 itu. Tiga orang tewas dan 264 lainnya luka-luka dalam serangan bom ganda ketika itu. Tsarnaev dan kakaknya, Tamerlan, dituduh melakukan dan merencanakan serangan tersebut.

Para pengacara Dzhokhar Tsarnaev berpendapat bahwa kedua orang bersaudara etnis Chechen itu turut dalam pengeboman tersebut, tetapi Tamerlan, yang tewas setelah tembak menembak dengan polisi, adalah penggerak di balik serangan itu dan peran Dzhokhar adalah sebagai pendukung.

Seorang pakar komputer hari Senin menyampaikan kesaksian bahwa ponsel Dzhokhar Tsarnaev digunakan di atau dekat kampusnya, University of Massachusetts-Dartmouth -- sedangkan panci presto dan gotri untuk bom itu dibeli puluhan kilometer dari tempat itu, untuk memberi kesan ia bukan salah seorang yang membelinya.

Setelah kesaksian selesai, para anggota dewan juri akan memutuskan apakah Tsarnaev bersalah atas 30 tuduhan federal terhadapnya, dan kemudian memeriksa bukti lebih jauh untuk memutuskan apakah ia harus dijatuhi hukuman mati.

XS
SM
MD
LG