Tautan-tautan Akses

Shell Nigeria Tolak Kukuhkan Serangan Militan


Para anggota kelompok militan Niger Delta Avengers (foto: dok).

Para anggota kelompok militan Niger Delta Avengers (foto: dok).

Perusahaan minyak Shell di Nigeria hari Senin (26/9) menolak mengukuhkan laporan Niger Delta Avengers bahwa kelompok militan itu telah membom jalur pipa minyak perusahaan itu di Bonny dan melumpuhkan ekspornya.

Pemboman Jumat (23/9) malam membatalkan gencatan senjata selama sebulan antara kelompok-kelompok militan dan pemerintah dan terjadi beberapa hari setelah perbaikan instalasi akibat serangan sebelumnya selesai.

Juru bicara Shell, Precious Okolobo hanya mengatakan, “Kami tidak bisa mengomentari laporan mengenai insiden itu.''

Seorang kontraktor, yang bekerja di perusahaan minyak itu di Bonny, mengatakan produksi turun drastis sejak Sabtu.

Delta Niger Avengers mengatakan serangan itu “menurunkan kegiatan produksi minyak di Bonny'' yang bisa mengekspor 600 ribu barel minyak per hari.

Gencatan senjata itu merupakan prasyarat pemerintah untuk mengadakan perundingan guna mengakhiri serangan, yang menurut pejabat-pejabat telah menghentikan 40 persen produksi minyak dan menyebabkan Nigeria dilanda resesi. Pendapatan pemerintah Nigeria 70 persen dari minyak dan 90 persen ekspor.

Militan tahun ini telah merusak instalasi perusahaan minyak Belanda-Inggris, Shell, Chevron dan ExxonMobil dari Amerika, Agip dari Italia dan Total dari Perancis. Militan menuntut perusahaan multinasional keluar dari Delta Niger, yang selama puluhan tahun memproduksi minyak namun mencemari lahan perikanan, ladang-ladang pertanian dan hutan-hutan bakau. [ka/jm]

XS
SM
MD
LG