Tautan-tautan Akses

Setelah Bo Xilai, China akan Selidiki Seorang Lagi Mantan Petinggi


Mantan anggota Politbiro China, Zhou Yongkang.

Mantan anggota Politbiro China, Zhou Yongkang.

Zhou Yongkang adalah sekutu dekat bekas anggota politbiro yang terguling, Bo Xilai, yang sedang menunggu keputusan pengadilan atas tuduhan suap.

Surat kabar South China Morning Post memberitakan Jumat (30/8), keputusan untuk mengadakan penyelidikan terhadap kasus korupsi itu dikukuhkan oleh sumber-sumber yang “mengetahui mengenai pemikiran kepemimpinan” Partai Komunis China.

Zhou Yongkang, usia 70 tahun, adalah anggota elit Komisi Tetap Politbiro, badan pemerintah tertinggi China, dari tahun 2007 sampai 2012. Ia juga mengawasi aparat keamanan negara.

Pemerintah China tidak memberikan komentar tentang investigasi apapun. Kalau terbukti, itu untuk pertama kalinya dalam puluhan tahun partai Komunis menyelidiki kejahatan di bidang ekonomi yang dilakukan oleh seorang bekas atau anggota Komisi Tetap yang masih memegang jabatan.

Joseph Cheng, seorang guru besar ilmu politik di City University Hong Kong, mengatakan kepada VOA, menurutnya tidak mungkin Presiden Xi Jinping, yang baru saja memangku jabatan tahun lalu, akan melontarkan tuduhan terhadap seorang bekas pejabat terkemuka yang terkenal.

“Pimpinan yang sekarang tampaknya tidak mau terlibat dalam kontroversi politik atau terlibat dalam perselisihan antar golongan yang serius. Xi Jinping tampaknya tertarik pada memelihara keseimbangan, menghindari pertentangan, dan konfrontasi."

Sebagian orang juga mengatakan bahwa nama Zhou disebut-sebut pekan ini dalam laporan media pemerintah yang mengatakan ia meletakkan karangan bunga di makam pejabat partai yang meninggal dunia, yang bisa menjadi isyarat bahwa ia secara politis masih aktif.

Di China telah beredar desas-desus mengenai kemungkinan kasus tindakan korupsi terhadap Zhou.

Bekas pemimpin itu adalah sekutu dekat bekas anggota politbiro yang terguling, Bo Xilai, yang sedang menunggu keputusan pengadilan terhadap dirinya pekan lalu karena menerima suap, penggelapan, dan menyalah-gunakan kekuasaan.

Partai Komunis mengakui meluasnya korupsi dalam jajaran partainya. Partai itu telah melakukan usaha yang sangat terbuka untuk menindak keras penyuapan dan korupsi, dan menyelidiki beberapa pejabat tingkat rendah.

Tetapi para analis mengatakan lebih beresiko lagi bagi China mengejar para pejabat senior, yang banyak di antaranya dilaporkan menggunakan posisi kepemimpinannya untuk menimbun sejumlah besar kekayaan.

Apabila dilakukan penyelidikan, tidak jelas apakah Zhou akan menghadapi tuduhan kriminal, seperti Bo, ataukah akan dikenai sanksi oleh komite disiplin partai.
XS
SM
MD
LG