Tautan-tautan Akses

AS

Setelah Black Friday, Terbitlah Cyber Monday


Para pelanggan memadati bagian penjualan tas di toko Macy's di New York pada hari Thankgiving.

Para pelanggan memadati bagian penjualan tas di toko Macy's di New York pada hari Thankgiving.

Setelah hari diskon besar-besaran atau Black Friday pekan lalu, Senin ini adalah Cyber Monday, atau hari berbelanja melalui Internet.

Selamat tinggal hari diskon besar-besaran Black Friday. Kali ini adalah giliran Cyber Monday.

Cyber Monday, yang diciptakan pada 2005 oleh Federasi Ritel Nasional yang melihat adanya lonjakan aktivitas belanja di Internet setiap Senin setelah Thanksgiving atau Hari Bersyukur, merupakan hari berikutnya dalam serangkaian waktu yang diharapkan oleh toko-toko dapay mendongkrak musim belanja akhir tahun.

Cyber Monday kali ini diperkirakan akan menjadi hari belanja daring terbesar tahun ini selama tiga tahun berturut-turut. Menurut perusahaan riset comScore, warga Amerika diperkirakan membelanjakan US$1,5 miliar, naik 20 persen dari Cyber Monday tahun lalu, seiring meningkatnya tawaran-tawaran menarik dari para peritel untuk menarik orang ke laman mereka.

Amazon.com, yang meluncurkan program Cyber Monday pada Senin tengah malam, menawarkan diskon sampai 60 persen untuk televisi Panasonic VIERA 55 inci yang biasanya berharga lebih dari $1.000. Sears menawarkan memberikan potongan harga sampai $430 untuk mesin cuci Maytag, yang dijual $399. Kmart menjual semua anting berlian dengan diskon 75 persen.

Para pengusaha ritel berharap penawaran-penawaran tersebut akan menarik orang seperti Matt Sexton, 39, yang untuk pertama kalinya berbelanja akhir tahun pada komputer tablet iPadnya. Sexton, yang berencana menghabiskan $4.000 musim ini, telah berbelanja di Internet satu hari setelah Thanksgiving, atau pada Black Friday, dan menemukan laptop dari toko Best Buy dengan harga $399, atau lebih murah $200.

“Deskripsi dan ulasan di Internet jauh lebih baik sehingga kita dapat membandingkan barang dan harga, dan ongkos kirimnya sebagian besar gratis,” ujar Sexton, seorang manajer perusahaan utilitas yang tinggal di Queens, New York.

Sexton menambahkan bahwa sekarang ini lebih mudah mengembalikan barang ke toko daring daripada toko tradisional, dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya, sehingga berbelanja hadiah pun menjadi lebih nyaman.

Dengan pertumbuhan akses Internet berkecepatan tinggi dan penggunaan telepon pintar dan tablet secara luas, orang tidak perlu lagi mengandalkan komputer di kantor – perubahan besar dibandingkan saat Shop.org, divisi digital Federasi Ritel Nasional, memperkenalkan istilah “Cyber Monday.”

“Beberapa tahun lalu orang-orang tidak memiliki koneksi ke toko-toko daring dari rumahnya. Sehingga mereka berbelanja pada Senin sesudah Thanksgiving,” ujar Vicki Cantrell, direktur eksekutif Shop.org. “Sekarang mereka tidak perlu lagi memakai komputer kantor.”

Hasilnya, lalu lintas belanja daring pada periode antara Thanksgiving dan Cyber Monday telah meningkat. Tahun ini, pembelian lewat Internet pada hari Thanksgiving naik 32 persen menjadi $633 juta dibandingkan tahun lalu, menurut comScore.

Penjualan daring pada Black Friday naik 26 persen dari waktu tahun yang lalu, menjadi $1,042 miliar. Untuk pertama kalinya penjualan pada Black Friday melewati $1 miliar.

Namun karena hari apapun adalah waktu yang baik untuk belanja di Internet, Cyber Monday bisa kehilangan daya tariknya. Dan memang, Cyber Monday bukanlah hari pembelanjaan daring terbesar. Sampai tiga tahun lalu, hari berbelanja terbesar biasanya jatuh pada akhir Desember.

“Dari semua waktu untuk berbelanja, Thanksgiving adalah waktu dengan pertumbuhan belanja terbesar, sampai 128 persen pada lima tahun terakhir,” ujar Andrew Lipsman, juru bicara comScore. (AP/Mae Anderson)
XS
SM
MD
LG