Tautan-tautan Akses

Laporan: 1.000 Lebih Tentara Iran Tewas di Suriah


Warga dan tentara Iran mengangkat peti jenazah tentara Iran yang tewas dalam pertempuran di Suriah pada upacara pemakaman di Teheran, Iran (foto: dok).

Warga dan tentara Iran mengangkat peti jenazah tentara Iran yang tewas dalam pertempuran di Suriah pada upacara pemakaman di Teheran, Iran (foto: dok).

Iran mengirim tentara untuk berperang di Suriah sejak awal pecahnya konflik yang sudah berlangsung lebih dari lima tahun itu.

Seorang pejabat Iran hari Selasa (22/11) mengatakan lebih dari 1.000 tentara negara itu tewas di Suriah setelah Iran memutuskan untuk mendukung pihak pemerintah dalam perang saudara di negara itu.

Iran telah mengirim tentara untuk berperang di Suriah sejak awal konflik itu, yang sudah berlangsung lebih dari lima tahun. Tapi jumlah tentara Iran yang tewas meningkat tajam dalam empat bulan terakhir dari 400 pada bulan Juli menjadi 1.000 yang dilaporkan minggu ini, bersamaan dengan meningkatnya kehadiran tentara Iran di medan tempur di Suriah.

“Kini jumlah syuhada Iran yang membela tempat suci telah melampaui 1.000,” kata Mohammadali Shahidi Mahallati pimpinan Yayasan Syuhada Iran sebagaimana dikutip kantor berita Tasnim.

Tentara Iran disebut sebagai “para pembela tempat suci” karena mereka memerangi ekstremis Sunni, seperti militan ISIS, untuk membela tempat-tempat suci Syiah di Suriah.

Meskipun banyak tentara yang dikirim Iran untuk berperang di Suriah adalah warga Iran, Iran juga merekrut dan melatih tentara dari Afghanistan dan Pakistan untuk berperang bersama pasukan Assad.

Pengumuman mengenai peningkatan kematian tentara Iran keluar setelah pemboman selama seminggu terhadap Aleppo oleh angkatan udara Suriah yang membuat kelompok-kelompok HAM khawatir bahwa situasi akan memburuk di kota yang terkepung itu.

Para pengamat mengatakan pasukan Suriah yang didukung oleh angkatan udara Rusia menggempur sasaran-sasaran di bagian timur Aleppo hari Senin sehari setelah tentara Suriah dan Rusia dan sekutunya militan Syiah, Hezbollah mendesak masuk ke Aleppo timur laut, yang dikuasai pemberontak selama empat tahun terakhir. [my/ds]

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG