Tautan-tautan Akses

Serena Akhiri Musim Kompetisi Lebih Awal, Fokus pada Kesehatan


Serena Williams dari AS gagal mengembalikan pukulan Roberta Vinci dari Italia dalam semifinal AS Terbuka di New York (11/9). (Reuters/Shannon Stapleton)

Serena Williams dari AS gagal mengembalikan pukulan Roberta Vinci dari Italia dalam semifinal AS Terbuka di New York (11/9). (Reuters/Shannon Stapleton)

Serena bermain dengan cedera pada sebagian besar pertandingan tahun ini, entah itu cedera di siku, lutut atau jantung.

Petenis putri nomor satu dunia Serena Williams memilih tidak mempertahankan gelar WTA Finals dan memutuskan untuk mengakhiri musim pertandingannya lebih awal, menurut atlet Amerika itu hari Kamis (1/10).

Pertandingan terakhir petenis berusia 34 tahun itu merupakan kekalahan mengejutkan dari Roberta Vinci asal Italia dalam semifinal AS Terbuka bulan lalu, yang mengandaskan upayanya menjadi perempuan pertama dalam 27 tahun yang memenangkan keempat gelar grand slam dalam musim yang sama.

Juara tunggal grand slam 21 kali itu mengatakan ia memikul cedera selama musim kompetisi dan kekalahan dari Vinci berakibat besar. Ia menambahkan bahwa ia tidak akan bermain lagi tahun ini dan menarik diri dari China Terbuka minggu depan.

"Perjalanan tenis saya tahun ini terkadang menggembirakan, terkadang mengecewakan," ujar Williams dalam pernyataan yang dikeluarkan oleh pengelola China Terbuka.

"Saya bermain dengan cedera pada sebagian besar pertandingan tahun ini -- entah itu siku, lutut atau jantung saya, di momen-momen final setelah pertandingan tertentu di Flushing Meadows. Saya pesaing yang gigih dan saya ingin bertanding sebaik mungkin, selama yang saya bisa.

"Ini keputusan yang sangat sulit, tapi harus dibuat karena kecintaan saya terhadap permainan ini," ujarnya.

Setelah meraih gelar juara Australia dan Perancis Terbuka, Williams menjadi yang paling awal untuk berkualifikasi atas delapan putri final-final akhir musim pertandingan ketika ia memenangkan pertandingan putaran ketiganya pada Wimbledon, Juli lalu.

Atlet Amerika tersebut kemudian memenangkan kejuaraan lapangan rumput itu, tapi di bawah ekspektasi besar, ia tidak dapat menambah gelar AS Terbuka setelah ia kalah dari Vinci.

Pemulihan untuk gebrakan tahun depan adalah tujuan jelas bagi Williams, yang hanya berjarak tiga pertandingan dari rekor 24 gelar juara grand slam putri dari petenis Australia Margaret Court, dan sau pertandingan dari Steffi Graf.

Namun kemundurannya merupakan pukulan besar bagi penyelenggara WTA Finals yang akan berlangsung 25 Oktober-1 November. Pihak panitia sudah kehilangan petenis ketiga dunia Maria Sharapova yang juga mundur dari China Terbuka akibat cedera lengan di Wuhan.

Kedua pemain unggulan tersebut, serta Simona Halep dari Rumania, merupakan tiga petenis berkualifikasi sejauh ini dalam turnamen tersebut, yang akan diadakan di Singapura untuk kedua kalinya sebagai bagian dari kontrak lima tahun dengan WTA. [hd/eis]

XS
SM
MD
LG