Tautan-tautan Akses

130 Tewas dalam Pertempuran Dekat Perbatasan China


Warga yang meninggalkan wilayah konflik dekat Myanmar dan perbatasan China tiba di kamp pengungsian sementara di vihara di Lashio, Myanmar utara, 20 Februari 2015.

Warga yang meninggalkan wilayah konflik dekat Myanmar dan perbatasan China tiba di kamp pengungsian sementara di vihara di Lashio, Myanmar utara, 20 Februari 2015.

Angkatan bersenjata Myanmar, mengatakan Sabtu (21/2), lebih dari 130 orang tewas dalam pertempuran dengan para pemberontak di timur laut. Pertempuran itu tidak akan berakhir sampai stabilitas di daerah perbatasan dipulihkan.

Pertempuran memanas di kawasan terpencil Kokang di negara bagian Shan, di mana konflik itu pecah pada 9 Februari berawal serangan terhadap tentara yang memicu sebuah serangan militer. Sedikitnya 30.000 warga sipil melarikan diri ke perbatasan China.

Pada konferensi pers pertama sejak konflik itu mulai, juru bicara kementerian pertahanan, Letjen Mya Htun Oo mengatakan, konflik itu telah menewaskan 61 militer dan polisi, serta 72 pemberontak. Lebih dari 100 anggota militer terluka sejak pertempuran itu pecah.

Juru bicara kementerian pertahanan menyalahkan serangan konvoi pemberontak itu. Ia mengatakan akan ambil tindakan melawan pemberontak Kokang.

Pemberontak etnis Tionghoa, Kokang atau Angkatan Bersenjata Aliansi Demokratik Nasional, disingkat MNDAA, yang memperjuangkan wilayah otonominya, menyangkal menyerang konvoi itu.

Tidak jelas berapa banyak orang terjebak di wilayah konflik itu, tetapi sementara sebagian besar yang melarikan diri adalah warga sipil, tampaknya mereka memasuki China barat daya. Puluhan ribu lebih diyakini telah dipindahkan ke sisi perbatasan Birma.

XS
SM
MD
LG