Tautan-tautan Akses

Serangkaian Pemboman di Irak, Sedikitnya 48 Tewas


Warga memerika kerusakan di sebuah kafe di kota Balad, 80 kilometer di sebelah utara Baghdad, Irak, yang diledakkan pembom bunuh diri Agustus lalu. Kafe tersebut diledakkan lagi Sabtu sore (5/10).

Warga memerika kerusakan di sebuah kafe di kota Balad, 80 kilometer di sebelah utara Baghdad, Irak, yang diledakkan pembom bunuh diri Agustus lalu. Kafe tersebut diledakkan lagi Sabtu sore (5/10).

Menurut pihak berwenang, jemaah Syiah ] menjadi sasaran bom ketika mereka melewati pemukiman Azamiyah yang mayoritas dihuni warga Sunni.

Seorang pembom meledakkan diri di tengah kerumunan jemaah Syiah di Baghdad dan beberapa lainnya meledakkan diri di dalam sebuah kafe di Baghdad utara, Sabtu (5/10), menewaskan sedikitnya 48 orang.

Menurut para pejabat polisi Irak, jemaah Syiah itu menjadi sasaran bom Sabtu sore ketika mereka melewati pemukiman Azamiyah yang mayoritas dihuni warga Sunni, rute untuk menuju sebuah masjid besar di dekat pemukiman Kazimiyah yang mayoritas dihuni warga Syiah.

Sedikitnya 24 orang tewas, termasuk empat polisi di pos penjagaan, sementara 50 lainnya luka-luka.

Pada saat hampir bersamaan, seorang penyerang lainnya meledakkan bom yang dibawanya di sebuah café di kota Balad – kota yang mayoritas dihuni warga Syiah namun dikelilingi komunitas Sunni – sekitar 80 kilometer Baghdad Utara. Walikota Balad, Malik Lefta mengatakan, sedikitnya 13 orang tewas dan 22 lainnya luka-luka dalam serangan itu.

Ia menambahkan kafe itu telah diserang pelaku bom bunuh diri serupa bulan Agustus lalu.

Sebuah bom yang disembunyikan di sebuah kafe yang terletak di pemukiman Baiyaa juga meledak, menewaskan tiga orang dan melukai 13 lainnya.

Belum ada yang mengklaim bertanggungjawab atas serangan tersebut. Kelompok al-Qaida di Irak kerap mengirim pembom bunuh diri dan menarget warga Syiah guna melemahkan kepercayaan terhadap pemerintah yang dipimpin Syiah.

Sabtu pagi beberapa laki-laki bersenjata menembak mati seorang wartawan dan juru kamera stasiun televisi Al Sharqiya ketika mereka sedang meliput di kota Mosul. Kota itu adalah kubu kelompok pemberontak Sunni yang merupakan salah satu daerah paling sulit dikuasai oleh pemerintah Irak.

Al Sharqiya mengatakan koresponden itu bernama Mohammed Karim Al Badrani dan juru kamera Mohammed Ghannem. Belum jelas mengapa mereka menjadi sasaran.
XS
SM
MD
LG