Tautan-tautan Akses

Serangan Udara Rusia Tewaskan 36 Orang di Suriah


Warga dan tentara pemberontak Suriah memeriksa kerusakan pasca serangan udara Rusia di kota Idlib, Suriah Minggu (20/12).

Warga dan tentara pemberontak Suriah memeriksa kerusakan pasca serangan udara Rusia di kota Idlib, Suriah Minggu (20/12).

Badan Pemantau HAM Suriah mengatakan sebagian besar korban tewas dalam serangan udara itu adalah para pemberontak Suriah di kota Idlib.

Tim SAR dan sebuah kelompok pemantau Suriah mengatakan serangan udara yang diduga dilakukan oleh Rusia menewaskan sedikitnya 36 orang di kota Idlib yang dikuasai kelompok pemberontak di Suriah barat daya.

Badan Pemantau HAM Suriah yang berkantor di London mengatakan sebagian besar korban tewas adalah para pemberontak yang tergabung dalam kelompok pemberontak “The Army of Conquest”, yang memerangi pasukan yang setia kepada Presiden Suriah Bashar Al-Assad.

Namun, tim SAR melaporkan enam serangan udara telah menghantam sebuah pasar yang sibuk, beberapa gedung pemerintah dan kawasan pemukiman di Idlib.

Lebih dari 150 orang luka-luka dalam serangan itu, di mana sebagian korban telah dilarikan ke berbagai rumah sakit di bagian kota yang berbatasan dengan Turki itu.

Rusia memulai serangan udara terhadap apa yang disebutnya sebagai “organisasi teroris” pada tanggal 30 September lalu, tetapi pihak Barat dan gerakan pemberontak di Suriah mengatakan serangan itu lebih dipusatkan pada kelompok-kelompok anti-Assad, bukan militan ISIS yang selama ini menjadi target utama Amerika dan sekutu-sekutunya.

Serangan hari Minggu itu terjadi tak lama setelah Human Rights Watch yang berkantor di New York menuduh pasukan Rusia dan Suriah menggunakan “bom tandan berkekuatan dahsyat” dalam perang di Suriah, yang kini telah berlangsung selama lima tahun dan menewaskan lebih dari 200 ribu orang.

Suriah telah berjanji untuk tidak menggunakan senjata yang tidak saja diarahkan pada objek militer atau disebut “indiscriminate weapons”, tetapi seorang pejabat organisasi HAM – Ole Solvang – mengatakan “janji Suriah untuk tidak menggunakan senjata-senjata itu tidak terbukti ketika bom tanda kerap menghantam warga sipil di banyak lokasi di negara itu”. [em]

XS
SM
MD
LG