Tautan-tautan Akses

Serangan Udara NATO Tewaskan 8 Warga Sipil di Afghanistan


Provinsi Paktia di Afghanistan, yang berbatasan dengan Pakistan, dikenal sebagai kubu Taliban dan jaringan Haqqani yang terkait al-Qaida (foto: dok).

Provinsi Paktia di Afghanistan, yang berbatasan dengan Pakistan, dikenal sebagai kubu Taliban dan jaringan Haqqani yang terkait al-Qaida (foto: dok).

Pihak berwenang di Afghanistan mengatakan serangan udara NATO di sebuah provinsi bagian timur menewaskan sedikitnya delapan warga sipil.

Pihak berwenang di Afghanistan mengatakan serangan udara pasukan koalisi di sebuah provinsi bagian timur menewaskan sedikitnya delapan anggota sebuah keluarga. Serangan yang menimbulkan korban jiwa itu terjadi di Provinsi Paktia, di mana pasukan Afghanistan dan Pasukan Bantuan Keamanan Internasional (ISAF) yang dipimpin NATO berusaha memadamkan pemberontakan oleh kelompok Taliban.

Para pejabat Afghanistan mengatakan mereka yang tewas dalam serangan udara pasukan koalisi itu termasuk enam anak dan seorang perempuan.

Juru bicara pasukan koalisi, Letnan Liuren Riger, mengatakan NATO tahu mengenai klaim itu dan penyelidikan sedang dilakukan untuk mencari faktanya. Ia mengatakan bentrokan di Provinsi Paktia terjadi sehari sebelumnya ketika sekelompok besar pemberontak menyerang pasukan ISAF dan taktik itu terulang hari Minggu.

“Pasukan ISAF menanggapi serangan itu dengan tembakan balasan dan meminta dukungan dari udara. Kami tahu tentang klaim itu bahwa ada korban sipil di Provinsi Paktia hari ini. Pejabat koalisi sekarang sedang menyelidiki klaim itu dan mengumpulkan informasi,” paparnya.

Kawasan Afghanistan di mana para korban terakhir itu tewas berbatasan dengan Pakistan dan dikenal sebagai kubu Taliban, dan jaringan Haqqani yang terkait al-Qaida.

Serangan udara NATO di Provinsi Kapisa di timur laut awal tahun ini menewaskan delapan anak.

Tewasnya warga sipil Afghanistan dalam operasi-operasi anti-pemberontakan mengganggu hubungan antara pemerintahan Presiden Hamid Karzai dan pasukan NATO yang dipimpin Amerika.

Presiden Afghanistan memperingatkan bahwa tewasnya warga sipil dalam operasi-operasi NATO bisa membuat kesepakatan kemitraaan strategis yang baru-baru ini ditandatangani Afghanistan dengan Amerika menjadi tidak berarti. Tewasnya warga sipil itu terjadi sehari setelah parlemen Afghanistan mensahkan perjanjian itu.

Tahun lalu, warga sipil yang tewas di Afghanistan mencapai jumlah yang sangat tinggi, 3.000 orang. PBB mengaitkan 77 persen kematian akibat serangan Taliban, sementara 14 persen akibat aksi pasukan internasional dan Afghanistan.

Sebuah bom di pinggir jalan menewaskan dua warga sipil hari Minggu di Afghanistan selatan, sementara NATO mengatakan serangan-serangan serupa di kawasan itu sehari sebelumnya mengakibatkan empat tentara pasukan internasional tewas.
XS
SM
MD
LG