Tautan-tautan Akses

Serangan Militer Pakistan Tewaskan 35 Militan


Pakistan

Pakistan

Militer Pakistan hari Kamis menyerang sejumlah sasaran yang menewaskan sekurangnya 35 militan termasuk sejumlah pejuang asing. Serangan tersebut menimbulkan pertanyaan mengenai upaya perundingan perdamaian dengan Taliban baru-baru ini.

Militer Pakistan, Kamis pagi membom sejumlah sasaran di kawasan kesukuan Waziristan Utara.

Menteri Pertahanan Pakistan, Khawaja Muhammad Asif dengan jelas menekankan bahwa pasukan keamanan Pakistan akan membalas setiap tindakan brutal yang dilakukan teroris.

Pemboman itu menyusul serangkaian serangan terhadap pasukan keamanan Pakistan, termasuk pembunuhan 23 tentara yang ditawan militan.

Mohammad Amir Rana dari Lembaga Studi Perdamaian Pakistan mengatakan militer memutuskan untuk melakukan serangan terbatas dan bukannya melancarkan operasi habis-habisan melawan ekstremis Islam.

Rana mengatakan, "Pemerintah menyampaikan pesan tegas bahwa mereka harus menghentikan serangan teroris jika ingin melakukan proses perdamaian, dan militer bersikap agresif dan melakukan serangan yang sangat terarah."

Media pemerintah mengatakan serangan militer hari Kamis menghantam pemberontak yang bertanggung jawab atas serangan-serangan bom di kota Peshawar dan pembunuhan terhadap seorang pejabat militer.

Media tersebut mengatakan sejumlah besar senjata dan amunisi termasuk pabrik ranjau dan bom dihancurkan.

Perdana Menteri Nawaz Sharif sebelumnya mengatakan dialog dengan Tehreek-e-Taliban akan menjadi tonggak penting pemerintahannya.

Perundingan itu ambruk awal minggu ini. Menteri Penerangan Pervez Rashid mengatakan serangan militan yang berulang kali menyulitkan dialog.

Rashid mengatakan, "Perdana Menteri Nawaz Sharif ingin menyelesaikan isu-isu ini tanpa pertumpahan darah. Tapi Taliban menyerang bis polisi kemudian membunuh 23 tentara."

Analis Amir Rana yakin pemerintah akan terus mendorong perundingan perdamaian. Tapi katanya perpecahan di dalam Taliban mengenai apakah akan berunding atau meneruskan serangan akan terus membayangi proses tersebut dan memicu tindakan militer.

XS
SM
MD
LG