Tautan-tautan Akses

Serangan Fatal Meningkat, Warga Australia Diminta Waspada Terhadap Buaya


A large male crocodile watches a crowd gathered for feeding time at Darwin's Crocodile Farm located 100 kilometers south of Darwin, Australia. (2005 file photo)

A large male crocodile watches a crowd gathered for feeding time at Darwin's Crocodile Farm located 100 kilometers south of Darwin, Australia. (2005 file photo)

Dengan meningkatnya populasi dan serangan fatal dari buaya, pemerintah Australia meminta semua warga waspada.

Seiring meningkatnya populasi buaya ke tingkat yang tidak pernah terjadi sebelumnya sejak adanya larangan berburu di wilayah utara Australia pada awal 1970an, pihak berwenang meningkatkan upaya untuk melindungi warga dan turis.

Anak-anak sekolah ambil bagian dalam kampanye "Crocwise" menyusul beberapa serangan fatal pada beberapa tahun terakhir dan sejumlah kasus hampir fatal. Diperkirakan ada sekitar 130.000 buaya yang hidup di air payau atau air asin di Australia utara.

Pesan kepada anak sekolah di Darwin sederhana: Salah satu pembunuh paling efisien di alam hidup di antara mereka.

Rachel Pearce, dari Komisi Taman dan Alam Liar di wilayah utara, memperingatkan anak-anak sekolah di Darwin akan bahaya yang ditimbulkan reptil terbesar di dunia tersebut. Ia menunjukkan kepada mereka tengkorak buaya dengan barisan gigi tajam yang ditempelkan.

Pearce mengatakan bahwa jumlah buaya meningkat, demikian juga ancaman terhadap warga dan pengunjung.

"Ada buaya di halaman belakang rumah warga. Kami mendapat panggilan bahwa buaya-buaya itu masuk ke rumah orang," ujarnya.

"Banyak orang di sini yang hidup di dekat sungai kecil dengan rumah-rumah yang besar dan terbuka. Ketika air sungai pasang, buaya bisa berkeliaran ke mana saja dan seringkali mereka masuk ke halaman belakang rumah orang untuk mencari anjing atau hal-hal lainnya. Mereka hidup sangat dekat dengan manusia di sini."

Taman Crocodylus di Darwin merupakan habitat bagi ribuan buaya yang sangat agresif. Tempat ini merupakan salah satu lembaga terdepan di Australia untuk penelitian mengenai buaya.

“Hewan besar diketahui dapat membocorkan kapal aluminium dengan gigi mereka," jelas Charlie Manolis, kepala ilmuwan di taman itu.

Iklan-iklan di televisi memberi peringatan akan bahaya yang selalu ada ini. Pihak berwenang telah membuat zona eksklusif bebas buaya sepanjang 50 kilometer di sekitar daerah-daerah berpenduduk padat di Darwin dan pelabuhannya yang sibuk. Perangkap-perangkap yang dipasang menjaring ratusan reptil tiap tahun. Hewan-hewan itu dijual ke peternakan buaya, yang memproduksi daging dan cenderamata, termasuk ikat pinggang dan tas dari kulit buaya.

Jumlah serangan meningkat di Australia utara dengan rata-rata satu serangan fatal karena buaya setiap tahun. Sebagian besar korban bukan turis yang mengabaikan peringatan dan mendapat masalah, namun warga lokal yang terlalu nyaman. Bagi banyak orang, sungai kecil atau mata air yang merupakan tempat mereka berenang sejak anak-anak menjadi terlarang sekarang ini karena penyebaran buaya.
XS
SM
MD
LG