Tautan-tautan Akses

Serangan Drone Tewaskan 30 Militan Pakistan


Peta wilayah Waziristan utara dan Peshawar, Pakistan

Peta wilayah Waziristan utara dan Peshawar, Pakistan

Serangan-serangan pesawat tempur Pakistan dan pesawat drone yang diduga dilancarkan AS menewaskan sedikitnya 30 militan Jumat pagi, termasuk beberapa komandan militan, di wilayah Waziristan Utara yang terpencil.

Serangan udara Pakistan Jumat malam (26/12) yang menarget beberapa kompleks militan Taliban dan Uzbek di dekat perbatasan Afghanistan, disebut sebagai “serangan udara yang sangat tepat dan efektif” dan menewaskan sedikitnya 23 militan.

Pejabat-pejabat inteljen Pakistan Jumat pagi (26/12) melaporkan adanya dua pesawat tanpa awak Amerika yang menembakkan beberapa misil terhadap tempat-tempat persembunyian tersangka militan di kawasan pegunungan Shawal di Waziristan Utara. Serangan itu menewaskan sedikitnya tujuh militan.

Serangan di Waziristan Utara itu dilakukan sewaktu Pakistan meningkatkan strategi anti-teror pasca serangan Taliban terhadap sebuah kompleks sekolah yang dikelola militer di Peshawar 16 Desember lalu, yang menewaskan hampir 150 orang – sebagian besar anak-anak.

Pembantaian 134 anak dan 16 staf sekolah itu memicu Perdana Menteri Pakistan Nawaz Sharif untuk memberlakukan kembali hukuman mati, dua hari setelah serangan itu.

Pihak berwenang kemudian menggantung enam “teroris garis keras” yang sebelumnya terbukti bersalah dalam beberapa tuntutan terorisme dan berencana mengeksekusi ratusan lainnya.

Sekjen PBB Ban Ki-Moon hari Jum’at (26,12) berbicara melalui telfon dengan Perdana Menteri Pakistan Nawaz Sharif. Sebuah pernyataan PBB mengatakan Ban Ki-Moon mendesak pemerintah Pakistan untuk menghentikan eksekusi tersebut dan memberlakukan kembali moratorium hukuman mati yang sebelumnya ada. Kedua pemimpin itu juga membahas ketertiban hukum dan perlunya sistem pengadilan Pakistan yang independen.

XS
SM
MD
LG