Tautan-tautan Akses

Serangan di Pakistan karena Keteledoran


Warga Pakistan yang diduga sebagai fasilitator serangan maut di universitas diperlihatkan kepada media, di Peshawar, Pakistan, 23 Januari 2016.

Warga Pakistan yang diduga sebagai fasilitator serangan maut di universitas diperlihatkan kepada media, di Peshawar, Pakistan, 23 Januari 2016.

Serangan mematikan pekan lalu di sebuah universitas Pakistan yang menewaskan 21 orang terjadi karena para pejabat universitas mengabaikan keprihatinan yang disampaikan oleh staf universitas dan polisi setempat.

Setelah goncangan akibat serangan itu mereda, pertanyaan-pertanyaan mulai timbul. Bagaimana hal ini bisa terjadi? Apakah ada ancaman? Bisakah kejadian itu dicegah? Bisakah jatuhnya korban dicegah?

Meskipun tidak ada yang tahu tentang ancaman langsung terhadap Universitas Bacha Khan di kota barat laut Pakistan, Charsadda, beberapa karyawan mengatakan mereka telah minta agar penjagaan keamanan ditingkatkan.

Mantan kepala bidang keamanan universitas Muhammad Khushhal Khan mengatakan, "Pejabat keamanan kami telah menyampaikan berbagai rekomendasi secara tertulis, tapi pihak universitas sendiri tidak menjalankannya."

Rekomendasi itu termasuk memastikan bahwa senjata-senjata yang dibawa para petugas keamanan berfungsi dengan baik.

Mantan kepala bidang keamanan universitas Muhammad Khushhal Khan menulis beberapa surat kepada pejabat universitas, menyatakan keprihatinannya dan minta tambahan petugas keamanan, tapi tidak ada hasilnya.

Polisi setempat mengeluarkan paling sedikit tiga pemberitahuan tertulis yang mengkritik universitas tersebut karena tidak mematuhi nasihat mereka.

Sebuah rekomendasi mengusulkan dibangunnya menara pengawas di atas bangunan asrama di kompleks universitas itu. Menara itu sudah dibangun, tetapi tidak ada petugas di sana pada saat terjadi serangan.

Wakil rektor universitas itu, DR. Fazal Raheem Marwat, yang hanya bisa dihubungi melalui telepon dari Peshawar, menjelaskan tentang hal itu. "Orang mungkinbertanya mengapa tidak ada petugas di menara itu. Tetapi kalau ada petugas di sana,orang mungkin akan mengeluh bahwahak privasi mereka dilanggar."

Faktanya, sebagian besar dari tujuh pos di bagian atas gedung di sekitar kampus tidak ada petugasnya ketika terjadi serangan itu.

Pihak berwenang di universitas itu menyalahkan kurangnya sumber daya yang mengakibatkan insiden ini. Tetapi sebagian karyawan mengatakan, pendekatan yang lebih serius terhadap keamanan mestinya bisa menyelamatkan jiwa. [sp/ii]

XS
SM
MD
LG