Tautan-tautan Akses

Serangan Bunuh Diri Tewaskan 17 Tentara Irak


Milisi Syiah yang membantu pasukan Irak menaiki kendaraan militer di provinsi Anbar (26/5).

Milisi Syiah yang membantu pasukan Irak menaiki kendaraan militer di provinsi Anbar (26/5).

Pasukan Irak tengah menggempur Kelompok Negara Islam (ISIS) di provinsi Anbar, saat serangan bunuh diri itu terjadi Selasa (26/5).

Aksi pemboman bunuh diri menewaskan sedikitnya 17 tentara Irak di provinsi Anbar, sementara pasukan pro-pemerintah di Irak melanjutkan serangan yang baru mereka luncurkan untuk mengacaukan Kelompok Negara Islam (ISIS) di sana.

Para pejabat militer mengatakan, pemboman di luar kota Fallujah yang dikuasai ISIS hari Selasa malam (26/5), berlangsung beberapa jam setelah serangan untuk merebut kembali beberapa wilayah dari propinsi itu dari militan dilancarkan.

Militer dan milisi memfokuskan pada kawasan-kawasan di luar ibukota propinsi, Ramadi, dalam usaha memutus jalur suplai militan sebelum mereka menyerbu masuk kota itu.

Operasi itu dimulai Selasa dengan dukungan baru Amerika sementara para pejabat Gedung Putih berusaha menegaskan kembali komitmen mereka terhadap pasukan Irak menyusul pernyataan Menteri Pertahanan Amerika Ashton Carter yang mempertanyakan tekad militer Irak untuk bertempur.

Jurubicara Gedung Putih Josh Earnest mengatakan, AS akan berusaha meyakinkan bahwa militer memiliki peralatan yang dibutuhkan, termasuk senjata anti tank yang terbukti ampuh menghancurkan bom-bom mobil.

Earnest juga mengatakan, AS yakin, pertempuran di Ramadi akan membutuhkan pasukan keamanan multi kelompok untuk bisa berhasil.

Earnest mengatakan strategi itu terbukti ampuh ketika pasukan Irak merebut kota penting Tikrit dari ISIS. Waktu itu, pasukan yang terdiri dari berbagai kelompok di Irak berada di bawah komando militer Irak dan didukung serangan udara koalisi pimpinan AS.

PM Irak Haider al-Abadi mengatakan, Ramadi akan direbut kembali dalam hitungan hari, dan bahwa ia memiliki keyakinan akan kemampuan pasukannya.

XS
SM
MD
LG