Tautan-tautan Akses

Serangan Bom Mobil di Libya, 6 Tewas


Jenderal Khalifa Hifter, yang memimpin kampanye melawan ekstremis Muslim di Benghazi, Libya, sejak tahun 2014.

Jenderal Khalifa Hifter, yang memimpin kampanye melawan ekstremis Muslim di Benghazi, Libya, sejak tahun 2014.

Serangan hari Sabtu itu menimbulkan kekhawatiran kembalinya masa kelam pembunuhan.

Serangan bom mobil di Benghazi, kota di Libya timur, Sabtu malam (29/10), menewaskan enam orang termasuk seorang aktivis politik yang dekat dengan jenderal yang berkuasa yang memerangi ekstremis Muslim, menurut para pejabat.

Ledakan itu mengguncang pusat kota Benghazi, distrik al-Kesh yang marak dengan kafe-kafe yang ramai. Ledakan itu menewaskan aktivis Mohammed Bougages yang sedang duduk di satu kafe dan lima lainnya, ujar para pejabat. Setidaknya 10 lainnya luka-luka, beberapa di antaranya dalam kondisi kritis.

Pejabat-pejabat itu tidak mau disebut namanya karena tidak berwenang berbicara kepada pers.

Bougages adalah aktivis politik. Ia berbicara berapi-api ketika memandu “Frankly,'' talk show yang ditayangkan di televisi pemerintah. Ia pendukung vokal Jenderal Khalifa Hifter, yang memimpin kampanye melawan ekstremis Muslim di Benghazi sejak tahun 2014.

Kampanye Hifter, “Operasi Martabat,'' dilancarkan menanggapi puluhan pembunuhan aktivis, hakim, dan pejabat keamanan di Benghazi, diduga dilakukan ekstremis.

Serangan hari Sabtu itu menimbulkan kekhawatiran kembalinya masa kelam pembunuhan. Hari Jumat, mayat 10 laki-laki tak dikenal ditemukan di tempat sampah di Benghazi. Pada mereka terdapat tanda penyiksaan dan luka tembak di kepala, menurut pernyataan unit keamanan Support and Reinforcement yang menemukan mayat-mayat itu.

Hifter, salah seorang tokoh paling memecah belah Libya, telah membersihkan sebagian Benghazi dari ekstremis kecuali kantong-kantong di bagian utara dan barat kota itu. Dipandang sebagai penyelamat di wilayah timur, banyak orang di Libya barat menentangnya karena menilai semua Islamis sebagai ekstremis. [ka]

XS
SM
MD
LG