Tautan-tautan Akses

Serangan Bom dan Senjata Api di Thailand, 3 Polisi Tewas


Personel militer memeriksa lokasi serangan bom di distrik Krong Pinang, Yala, Thailand, 23 September 2016. (REUTERS/Surapan Boonthanom)

Personel militer memeriksa lokasi serangan bom di distrik Krong Pinang, Yala, Thailand, 23 September 2016. (REUTERS/Surapan Boonthanom)

Hanya sebulan lalu pengeboman di tiga kota wisata utama di Thailand menewaskan empat orang dan melukai puluhan lainnya, menimbulkan kekhawatiran para pemberontak memperluas sasaran perang mereka ke para wisatawan.

Para pejabat di Thailand mengatakan tiga polisi tewas dan dua cedera dalam serangan bom dan senjata api, Jumat (23/9) di provinsi Yala, di mana separatis Muslim telah melancarkan pemberontakan terhadap negara itu.

Seorang pejabat kepolisian mengatakan kepada kantor berita Reuters bahwa para polisi itu dalam perjalanan dengan dua truk pick-up ketika kendaraan pertama meledak akibat bom pinggir jalan.

Pejabat itu menambahkan bahwa pemberontak kemudian menembaki kendaraan kedua.

Hanya sebulan lalu pengeboman di tiga kota wisata utama di Thailand menewaskan empat orang dan melukai puluhan lainnya, menimbulkan kekhawatiran para pemberontak memperluas sasaran perang mereka ke para wisatawan.

Yala, Pattani dan Narathiwat, adalah provinsi dengan penduduk mayoritas Muslim di wilayah selatan Thailand yang sebagian besar penduduknya Buddha.

Pemberontakan telah mencemari wilayah etnis Melayu itu selama puluhan tahun tetapi meningkat pada tahun 2004. Sejak itu, lebih dari 6.500 orang telah tewas, menurut kelompok pemantau Deep South Watch.

International Crisis Group (ICG) memperingatkan dalam sebuah laporan pekan ini bahwa serangan Agustus tersebut menunjukkan "pergeseran dan keputusan yang jelas untuk memperluas konflik" yang selama ini terbatas pada tiga provinsi paling selatan. [as/ab]

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG