Tautan-tautan Akses

Sedikitnya 73 Tewas dalam Serangan di Irak


Para pekerja pemerintah daerah setempat tengah membersihkan lokasi serangan bom di dekat Universitas teknologi di jalan Sina, pusat kota Baghdad (15/1).

Para pekerja pemerintah daerah setempat tengah membersihkan lokasi serangan bom di dekat Universitas teknologi di jalan Sina, pusat kota Baghdad (15/1).

Serangkaian serangan bom di Irak telah menewaskan sedikitnya 73 orang dan melukai puluhan lainnya hari Rabu (15/1).

Serangkaian serangan bom di Irak menewaskan sedikitnya 73 orang, sementara militan Sunni terkait Al Qaida merebut lebih banyak daerah di propinsi Anbar.

Perdana Menteri Irak Nouri Al-Maliki hari Rabu (15/1) tampil di stasiun televisi dan mengatakan, perang melawan teror dan Al Qaida akan terus berlanjut guna mencegah meluasnya aksi kekerasan. Ia mendesak masyarakat internasional untuk tetap mendanai Irak dalam perjuangannya bagi keamanan dan kekuatan-kekuatan yang mendukung teroris.

Ledakan paling mematikan hari Rabu yang menewaskan sedikitnya 18 orang di sebuah upacara pemakaman di Buhriz – Baghdad Utara. Pemakaman itu dilangsungkan bagi anggota milisi suku Sunni yang berpihak pasukan Amerika di kawasan itu tahun 2008. Sejak itu milisi telah menjadi target mereka yang setia kepada Al Qaida dan menilai milisi itu sebagai pengkhianat.

Di ibukota Baghdad, sedikitnya delapan bom meledak di daerah-daerah yang mayoritas dihuni warga Syiah di kota itu.

Wakil Perdana Menteri Irak Saleh Muhamed Al Mutlaq mengatakan kepada VOA, pemerintah yang lebih terbuka akan mendorong stabilitas di Irak.

Irak sedang mengalami aksi kekerasan terburuk sejak tahun 2008 ketika negara itu bangkit dari masa perang sektarian antara kelompok Syiah dan Sunni di Irak.

Sekjen PBB Ban Ki-Moon dalam kunjungannya ke Irak hari Senin mengatakan sangat khawatir karena memburuknya situasi keamanan dan menyerukan kepada para pemimpin Irak untuk mengatasi akar masalah penyebab kekerasan tersebut.
XS
SM
MD
LG