Tautan-tautan Akses

Serangan Bom Bunuh Diri di Damaskus Tewaskan 25 Orang


Petugas medis di Damaskus berusaha menolong para korban luka-luka akibat serangan bom bunuh diri (6/1).

Petugas medis di Damaskus berusaha menolong para korban luka-luka akibat serangan bom bunuh diri (6/1).

Pemboman bunuh diri di persimpangan jalan yang ramai di Damaskus hari Jumat, menewaskan 25 orang dan melukai sekurang-kurangnya 46 lainnya.

Kantor berita SANA mengatakan, pembom bunuh diri menyerang di dekat sebuah sekolah dan kantor polisi di distrik Midan. Yang menjadi sasaran serangan tampaknya adalah sebuah bus polisi.

Televisi pemerintah menayangkan video menunjukkan orang-orang membawa mayat, dan ada yang berteriak bahwa ini adalah serangan teroris. Video juga menunjukkan jendela-jendela yang pecah dan percikan darah di sebuah bus polisi dan kendaraan lain. Belum ada yang mengaku bertanggung jawab atas ledakan, yang terjadi dua pekan setelah dua bom menarget gedung-gedung keamanan menewaskan 44 orang.

Sementara itu kecaman kian kuat terhadap keefektifan misi pemantauan Liga Arab di Suriah, yang mengamati pelaksanaan rencana mengakhiri penumpasan demonstrasi yang telah berlangsung 10 bulan.

Tim pemantau Liga Arab dinilai tidak efektif dalam menghentikan berbagai kekerasan di Suriah.

Tim pemantau Liga Arab dinilai tidak efektif dalam menghentikan berbagai kekerasan di Suriah.

Hari Kamis PM Qatar mengakui bahwa misi pemantauan Liga Arab di Suriah melakukan beberapa kesalahan. Sheikh Hamad bin Jassim al-Thani yang memimpin Komisi Liga Arab Urusan Suriah hari Kamis mengatakan diperlukan bantuan PBB untuk meningkatkan pemantauan terhadap pemerintah Suriah.

Sebelumnya hari Kamis, pemerintah Suriah membebaskan lebih dari 500 tahanan anti-pemerintah, sementara kelompok oposisi menuduh pemerintah menyiksa sampai mati 617 tahanan sejak pergolakan pecah bulan Maret.

Televisi pemerintah Suriah hari Kamis mengatakan bahwa mereka yang dibebaskan tidak ikut ambil bagian dalam apa yang disebutnya pembunuhan warga Suriah, suatu rujukan pada gerakan protes terhadap pemerintahan Presiden Suriah Bashar al-Assad.

Tapi kelompok HAM yang berbasis di Inggris, Avaaz mengeluarkan laporan yang menuduh pembunuhan luas oleh pemerintahan Assad. Laporan itu mengatakan banyak orang tewas dibunuh dalam penjara yang penuh sesak dan pusat-pusat tahanan gelap. Kelompok itu mengatakan hampir 7.000 orang tewas dalam pergolakan, sementara PBB menaksir jumlah kematian mencapai 5.000.

Avaaz mengatakan pihaknya mengukuhkan kematian itu melalui sumber independen, termasuk anggota keluarga korban. Kelompok itu mendorong pemantau Liga Arab di Suriah agar mengunjungi penjara guna menekan rezim Suriah untuk menghentikan pembunuhan.

XS
SM
MD
LG