Tautan-tautan Akses

Serangan Bom di Ankara Picu Ofensif Turki di Suriah


Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan (tengah) dan PM Ahmet Davutoglu menghadiri pemakaman Seckin Cil, seorang dari 6 tentara Turki yang tewas dalam pemboman oleh militan Kurdi (PKK) di Ankara pada hari Rabu (18/2).

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan (tengah) dan PM Ahmet Davutoglu menghadiri pemakaman Seckin Cil, seorang dari 6 tentara Turki yang tewas dalam pemboman oleh militan Kurdi (PKK) di Ankara pada hari Rabu (18/2).

Analis memperingatkan, serangan bom di Ankara bisa menyebabkan keterlibatan lebih besar dari pasukan Turki di Suriah terhadap militan Kurdi.

Pemboman di Turki minggu ini telah menyebabkan eskalasi konflik antara pemerintah Turki dan separatis Kurdi. Analis memperingatkan, serangan ini juga bisa menyebabkan keterlibatan lebih besar dari pasukan Turki di Suriah dan kerenggangan hubungannya dengan Amerika.

Bom mobil bunuh diri di Ankara, ibukota Turki pada Rabu, mengundang ancaman yang cepat dan marah dari Presiden Recep Tayyip Erdogan, yang menuduh separatis Kurdi dan pendukung mereka, sebuah acuan kepada Suriah.

“Meskipun pemimpin PYD dan PKK mengatakan ini tidak ada hubungannya dengan mereka, berdasarkan informasi yang diperoleh menteri dalam negeri dan badan intelijen kami, ini dilakukan oleh mereka,” kata Erdogan dalam pidato di televisi.

Analis mengatakan, serangan bom mobil ini memberi pemimpin Turki alasan untuk meningkatkan ofensif Turki di Suriah.

Reaksi Erdogan seperti ini juga bisa mengancam hubungan antara Turki dan Amerika yang kini sudah didera kesulitan itu. [jm]

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG