Tautan-tautan Akses

Serangan al-Shabab di Kampus Kenya, Sedikitnya 147 Tewas


Polisi Kenya dan petugas medis tiba di lokasi Universitas Garissa di Kenya, Kamis (2/4).

Polisi Kenya dan petugas medis tiba di lokasi Universitas Garissa di Kenya, Kamis (2/4).

Korban tewas akibat serangan militan al-Shabab hari Kamis (2/4) terhadap sebuah universitas di sana bertambah menjadi sedikitnya 147 orang.

Kementerian dalam negeri Kenya mengatakan korban tewas bertambah menjadi sedikitnya 147 orang akibat serangan militan al-Shabab hari Kamis (2/4) terhadap sebuah universitas di sana.

Menteri dalam negeri Joseph Nkaissery mengatakan 79 mahasiswa lainnya cedera, sementara baku tembak terus terjadi di kampus Universitas Garissa, sekitar 370 kilometer sebelah timur Nairobi.

Ia mengatakan 500 mahasiswa telah diselamatkan, dan masih ada sekitar 160 lain yang belum diketahui keberadaannya.

Lewat Twitter, kementerian dalam negeri mengatakan empat penyerang telah terbunuh dan pasukan keamanan meningkatkan operasi penyelamatan.

Militan al-Shabab asal Somalia mengaku bertanggungjawab. Mereka menyebutnya sebagai pembalasan karena tentara Kenya ikut membantu pemerintah Somalia dalam usaha menumpas kelompok tersebut.

Pihak berwenang menawarkan imbalan lebih dari 200.000 dollar untuk penangkapan seorang laki-laki terkait serangan itu. Ia diidentifikasi sebagai Mohamed Mohamud, alias Gamadhere atau Dulyadayn, dan disebut sebagai kepala al-Shabab untuk operasi eksternal di Kenya.

Dalam pernyataan televisi, Presiden Uhuru Kenyatta mengatakan polisi dan kementerian dalam negeri mengkoordinasi operasi penyelamatan dan meminta bantuan warga.

Polisi mengatakan militan menyerbu kampus itu dan melepaskan tembakan membabi buta.

Saksi-saksi mata mengatakan ada empat atau lima orang bersenjata di kampus itu. Beberapa orang mengatakan para penyerang menanyai mahasiswa apakah mereka menganut Islam atau Kristen.

Seorang jurubicara kelompok militan itu mengatakan mereka menyandera beberapa mahasiswa Kristen di dalam kampus itu, tetapi telah membebaskan semua mahasiswa Muslim.

Minggu lalu, Universitas Nairobi memberitahu para mahasiswanya bahwa pemerintah Kenya memiliki data intelijen tentang rencana serangan al-Shabab terhadap sebuah universitas dan target-target lain.

Al-Shabab dikenal melakukan serangan terhadap gedung-gedung besar, seperti mall Westgate tahun 2013 di Nairobi yang menewaskan lebih dari 60 warga sipil, dan istana kepresidenan Somalia.

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG