Tautan-tautan Akses

10 Tewas di Gaza dalam Serangan di Sekolah PBB yang Menampung Pengungsi


Petugas memeriksa warga Palestina yang tewas dan cedera di luar sekolah PBB di Rafah, Jalur Gaza selatan, Minggu, 3 Agustus 2014.

Petugas memeriksa warga Palestina yang tewas dan cedera di luar sekolah PBB di Rafah, Jalur Gaza selatan, Minggu, 3 Agustus 2014.

Sedikitnya 10 orang tewas dan 35 lainnya luka-luka akibat serangan udara Israel ke sebuah kompleks pemukiman dan sekolah PBB di Gaza, Minggu (3/8).

Sedikitnya 10 orang tewas dan 35 lain cedera Minggu di sebuah sekolah PBB, yang melindungi para pengungsi di Gaza, akibat apa yang disebut seorang pejabat PBB serangan udara Israel di dekatnya.

Beberapa saksi mata mengatakan ledakan di Raffah terjadi ketika orang sedang antri makanan. Dalam kondisi kacau, sejumlah mayat, termasuk beberapa anak, tampak bergelimpangan berlumuran darah. Militer Israel belum memberi komentar atas serangan itu.

Ini merupakan serangan ketiga dalam 10 hari terakhir terhadap kompleks sekolah PBB. Serangan-serangan ini telah memicu kutukan internasional. Serangan terbaru ini juga dikutuk Sekjen PBB Ban Ki-Moon yang menyebut serangan itu sebagai “tindakan kriminal yang menimbulkan kemarahan”.

Amerika sebagai sekutu terdekat Israel mengatakan “terkejut dengan tindakan penyerangan yang memalukan hari ini”.

Seorang juru bicara militer Israel hari Minggu mengatakan Hamas menembakkan beberapa mortir dari daerah di dekat kompleks sekolah PBB itu sehari sebelumnya. Tetapi Amerika mengatakan kecurigaan adanya militan Hamas yang beroperasi di dekat kompleks sekolah PBB itu tidak menjustifikasi serangan yang menimbulkan resiko “bagi begitu banyak warga tak berdosa”.

Juru bicara badan PBB bagi pengungsi Palestina mengatakan kompleks sekolah itu merupakan kediaman bagi hampir tiga ribu warga Palestina yang terpaksa mengungsi karena pertempuran di Gaza.

Serangan udara terhadap sekolah itu terjadi sementara Israel menarik sebagian pasukan dari Gaza dan memindah yang lain ke daerah Palestina di sepanjang Laut Tengah. Jurubicara militer Israel mengatakan pasukannya "sangat dekat" untuk menyelesaikan misi menghancurkan terowongan yang telah digunakan Hamas untuk menyimpan senjata dan menyelinap ke Israel untuk melancarkan serangan.

Delegasi Palestina telah tiba di Kairo untuk membahas proposal gencatan senjata dengan pejabat Mesir dan AS. Tapi Israel mengatakan tidak ada gunanya mengirim delegasi ke ibu kota Mesir itu karena menurut mereka Hamas melanggar gencatan senjata sebelumnya.

Perdana Menteri Benjamin Netanyahu Sabtu mengatakan setelah pasukan Israel selesai menghancurkan terowongan Hamas, militer kemudian akan dipindahkan "sesuai dengan kebutuhan keamanan Israel." Menurut Netanyahu, Israel telah menghancurkan puluhan terowongan.

XS
SM
MD
LG