Tautan-tautan Akses

10.000 Anak Perempuan AS Jajaki Karir di Bidang Ilmu Pengetahuan

  • Sheelley Schlender

Dengan bor presisi, karyawan Denven Museum of Nature and Science membersihkan temuan fosil dari Zaman Es.

Dengan bor presisi, karyawan Denven Museum of Nature and Science membersihkan temuan fosil dari Zaman Es.

Sebuah museum ilmu pengetahuan di Denver memberi kesempatan kepada ribuan anak perempuan untuk bertemu dengan ratusan perempuan ilmuwan agar terilhami untuk berkarir di bidang ilmu pengetahuan.

Tanyakan kepada tiap anak, ingin menjadi apa mereka ketika mereka dewasa? Kebanyakan cita-cita mereka tinggi, tak terkecuali anak perempuan.

“Kalau saya sudah besar, saya ingin menjadi pakar biologi laut.”

“Astronot.”

“Saya ingin menjadi ilmuwan.”

Demikian cita-cita yang diungkapkan beberapa anak perempuan.

Tapi dunia teknologi masih dipenuhi anak laki-laki, sehingga sulit untuk membantu menyeimbangkan jender, Denver Museum of Nature and Science baru-baru mengadakan acara 'Girls and Day Science ' atau “Anak Perempuan dan Iptek.”

Acara khusus itu menampilkan lebih dari 300 perempuan profesional yang bekerja dalam bidang ilmu pengetahuan. Mereka merelakan waktu untuk menunjukkan apa yang mereka lakukan dan acara ini menarik lebih dari 10.000 gadis-gadis muda.

Semua jenis disiplin ilmu diwakili. Ada ahli biologi, kimia, insinyur dan banyak lagi, semua memamerkan karya mereka.

Pada satu meja pameran, pakar teknik lingkungan, Daniela Castaneda menunjukkan kepada gadis-gadis muda, bagaimana Denver menyaring air minum, dengan menuangkan air yang diisi glitter atau percikan kertas berkilauan melalui filter. Air mengalir dan glitter itu tertinggal di saringannya.

"Dan Anda akan melihat bagaimana air yang keluar di bagian bawah cukup bersih. Dan itulah yang dilakukan di pabrik pengolahan air, dengan menggunakan saringan," ujar Castaneda.

Di bagian lain museum, para remaja itu belajar tentang biologi lapangan dari Emily Snode Brenneman, yang mengikat burung liar untuk mempelajari tentang pola migrasi dan jarak terbang berbagai burung.

"Kami menempatkan perangkat kecil yang disebut radio pelacak pada mereka dan kemudian kami lem ke punggung burung-burung itu, dan kita dapat melacak gerakan mereka," jelas Brenneman.

Ini adalah karir yang menarik bagi murid SMA Amerika.

“Saya senang bekerja dengan burung-burung itu, karena saya sudah lama tertarik dengan unggas,” ujar Annika seorang murid SMA di Amerika.

Memasuki koridor Teknik Angkasa Luar atau Aerospace Engineer, Tinesha Ross menunjukkan sebuah papan sirkuit komputer dari Stasiun Angkasa Luar yang perlu diperbaiki.

"Jadi, saya akan menempatkan papan ini di bawah mikroskop, dan kemudian Anda beritahu saya, jika alat itu membantu Anda melihat bagian itu lebih baik. Baik?" jelas Ross.

“Baiklah," jawab seorang anak perempuan.

Ketika Ross bertanya siapa yang ingin bekerja dengan roket ketika dewasa, banyak gadis melangkah maju. Dia menganjurkan mereka untuk terus datang ke acara seperti ini.

Keluarga, termasuk anak laki-laki, senantiasa diterima pada hari istimewa ini, untuk melihat semua karir ilmu pengetahuan yang terbuka untuk semua orang. [ps/al]

XS
SM
MD
LG