Tautan-tautan Akses

10 Negara Dukung AS Tegakkan Larangan Senjata Kimia

  • James Brooke

Presiden Obama minum dengan gelas kertas terlihat di layar lebar di media center KTT G-20 di St. Petersburg (6/9). Dalam KTT tersebut Obama mencari dukungan untuk menyetujui serangan terhadap Suriah atas penggunaan senjata kimia oleh rejim berkuasa di negara itu.

Presiden Obama minum dengan gelas kertas terlihat di layar lebar di media center KTT G-20 di St. Petersburg (6/9). Dalam KTT tersebut Obama mencari dukungan untuk menyetujui serangan terhadap Suriah atas penggunaan senjata kimia oleh rejim berkuasa di negara itu.

Seiring berakhirnya KTT G20 di St. Petersburg, Gedung Putih merilis pernyataan sejumlah negara yang mendukung AS untuk menegakkan pelarangan penggunaan senjata kimia.

Hari Jumat siang G20 terpecah dalam hal mendukung Amerika menghukum pemerintah Suriah karena menggunakan gas beracun terhadap warga sipil dua minggu lalu di Damaskus.

Sementara pertemuan G20 berakhir di St. Petersburg, Gedung Putih merilis pernyataan yang didukung oleh Presiden Obama dan 10 pemimpin dunia lainnya. Pernyataan itu mengatakan “kami mendukung upaya-upaya yang dilakukan oleh Amerika dan negara-negara lain untuk menegakkan larangan penggunaan senjata kimia”.

Presiden Obama mengatakan langkah berikutnya adalah meminta ijin langsung kepada masyarakat Amerika lewat pidato di televisi dari Gedung Putih hari Selasa. Presiden Amerika menginginkan persetujuan Kongres Amerika untuk melancarkan serangan udara terhadap militer Suriah.

Di Rusia. Presiden Obama mengatakan dunia tidak bisa diam saja sementara senjata pemusnah masal digunakan terhadap warga sipil.

“Tidak ditanggapinya pelanggaran aturan internasional ini akan mengirim pesan kepada negara-negara jahat, rejim yang otoriter dan organisasi teroris bahwa mereka bisa menggunakan senjata pemusnah masal, tanpa menanggung akibatnya, bukan itu dunia yang kita inginkan,” kata Obama.

Pernyataan yang mendukung aksi Amerika disetujui oleh para pemimpin Australia, Inggris, Kanada, Perancis, Jepang, Korea Selatan, Arab Saudi, Spanyol dan Turki.

Selama 24 jam di St. Petersburg presiden Obama menekankan bahwa aksi militer akan dibatasi untuk menghukum pemerintah Suriah Presiden Bashar al-Assad karena melakukan serangan gas racun terhadap warga sipil.

“Melakukan serangan gas terhadap warga tidak bersalah, melakukan serangan senjata kimia terhadap anak-anak, bukanlah hal yang kita lakukan. Hal itu dilarang dalam perang antara negara apalagi terhadap anak-anak dan kita
harus menjunjung prinsip itu,” kata Presiden Obama.

Obama berulang kali menolak mengatakan apakah ia akan memerintahkan serangan udara terhadap Suriah kalau Kongres tidak menyetujui penggunaan kekuatan militer.

Di St. Petersburg Presiden Obama berkali-kali berjumpa dengan Presiden Vladimir Putin, dalam pertemuan langsung selama 20 menit Selasa malam dan dalam pertemuan kelompok para pemimpin dunia.

Dalam konferensi persnya, Presiden Putin menyebut negara-negara yang mendukung sikap non intervensinya.
Bersama Rusia, negara yang menentang rencana intervensi itu adalah China, India, Indonesia, Argentina, Brazil dan Afrika Selatan.

Sementara beberapa negara menentang tindakan Amerika, presiden Russia juga menyinggung makin berkurangnya dukungan serangan itu; meragukan bahwa senjata kimia digunakan, dan kalaupun digunakan, pemberontaklah yang menggunakannya.

Putin mengatakan “apapun dengan yang disebut senjata kimia itu hanyalah provokasi pejuang oposisi Suriah”.

Putin menuduh pejuang oposisi melakukan serangan gas terhadap perempuan dan anak-anak untuk memprovokasi Barat agar melakukan intervensi dalam perang saudara di Suriah.
XS
SM
MD
LG