Tautan-tautan Akses

PBB: Separuh Lebih Penduduk Dunia Belum Tersambung Internet


Warga Kenya menggunakan internet di sebuah kafe internet di Nairobi (foto: ilustrasi).

Warga Kenya menggunakan internet di sebuah kafe internet di Nairobi (foto: ilustrasi).

Menurut laporan yang dirilis PBB hari Selasa (22/11), lebih dari separuh populasi global belum tersambung dengan internet.

Laporan Serikat Telekomunikasi Internasional PBB atau ITU menyatakan bahwa tahun ini sebanyak 84% penduduk dunia mendapat akses jaringan mobile broadband, tapi hanya 47 % yang benar-benar tersambung, sebagian besar karena mahalnya layanan internet atau telepon genggam.

Laporan ITU tersebut menganalisa perkembangan teknologi informasi dan komunikasi atau ICT.

Meski demikian laporan itu mengatakan biaya layanan telepon genggam telah menurun drastis sejak tahun 2015, dengan menyebut penurunan 20% di negara yang dianggap “belum maju”. Biaya layanan broadband juga menurun meskipun masih mahal dan “jelas tidak terjangkau” di sejumlah negara yang paling ketinggalan.

Kemajuan juga tercatat untuk konektifitas pada umumnya dengan hampir semua dari 175 negara yang tercakup indeks meningkat nilai-nilainya dalam Indeks Pembangunan ICT.

PBB menekankan pentingnya akses internet dan telepon genggam di seluruh dunia, tapi juga bagaimana ICT bisa menjadi indikator tingkat pendidikan dan status sosial ekonomi.

Sekjen ITU, Houlin Zhao mengatakan, “Untuk membawa lebih banyak rakyat ke internet, penting untuk memusatkan perhatian pada mengurangi ketidaksetaraan sosial ekonomi secara keseluruhan.”

Tingkat pendidikan dan pendapatan merupakan penentu penting apakah orang menggunakan internet atau tidak. ICT akan menjadi hal penting dalam mencapai setiap Sasaran Pembangunan Berkesinambungan” tambah Zhao merujuk pada 17 sasaran yang ditetapkan PBB untuk mengatasi kemiskinan dan ketidaksetaraan menjelang 2030. [my/ds]

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG