Tautan-tautan Akses

Seoul akan Mulai Kembali Siaran Propaganda untuk Balas Korea Utara


Seorang tentara Korea Selatan berjaga di pos penjagaan dekat zona demiliterisasi (DMZ) yang memisahkan kedua negara Korea di kota perbatasan Paju, 5 April 2013 (Foto: dok).

Seorang tentara Korea Selatan berjaga di pos penjagaan dekat zona demiliterisasi (DMZ) yang memisahkan kedua negara Korea di kota perbatasan Paju, 5 April 2013 (Foto: dok).

Korea Selatan menghentikan penyiaran itu setelah bersepakat dengan Pyongyang mengenai satu paket langkah-langkah yang dimaksudkan untuk meredakan permusuhan.

Korea Selatan mengumumkan akan memulai kembali siaran propaganda dengan pengeras suara ke Korea Utara pada hari Jumat, untuk menanggapi ujicoba nuklir Pyongyang awal pekan ini.

Seorang pejabat di istana kepresidenan Korea Selatan mengatakan siaran itu akan dimulai pada Jumat tengah hari.

Kedua negara, yang secara teknis masih dalam perang setelah konflik Korea tahun 1950-1953, saling melepaskan tembakan artileri pada bulan Agustus lalu terkait masalah penyiaran propaganda. Korea Selatan menghentikan penyiaran itu setelah bersepakat dengan Pyongyang mengenai satu paket langkah-langkah yang dimaksudkan untuk meredakan permusuhan.

Klaim Korea Utara bahwa negara itu menguji sebuah bom hidrogen pada hari Rabu merupakan “pelanggaran serius” terhadap perjanjian bulan Agustus lalu, kata Cho Tae-yong, penasihat senior presiden mengenai keamanan nasional, dalam suatu pernyataan. “Militer kami dalam keadaan siaga penuh, dan jika Korea Utara melancarkan provokasi, akan ada hukuman tegas,” kata Cho.

Pengumuman itu muncul setelah Presiden Amerika Barack Obama, yang berbicara dengan para pemimpin Korea Selatan dan Jepang, mengemukakan kembali “komitmen Amerika yang tak tergoyahkan terhadap keamanan” kedua negara setelah ujicoba oleh Korea Utara itu.

Gedung Putih menyatakan Obama berbicara dengan Presiden Korea Selatan Park Geun-hye dan Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe dalam percakapan terpisah pada Rabu malam. Ketiga pemimpin “sepakat untuk bekerja sama guna membentuk tangapan internasional yang kuat dan bersatu terhadap perilaku ceroboh terbaru Korea Utara,” sebut Gedung Putih. [uh]

XS
SM
MD
LG