Tautan-tautan Akses

AS

Seorang Pria AS Mengaku Bersalah Rencanakan Serang Pentagon


Rezwan Ferdaus (kedua dari kiri) bersama pengacaranya saat menghadiri persidangan di pengadilan federal di Worcester, Massachusetts (foto: dok).

Rezwan Ferdaus (kedua dari kiri) bersama pengacaranya saat menghadiri persidangan di pengadilan federal di Worcester, Massachusetts (foto: dok).

Rezwan Ferdaus mengaku bersalah atas rencana menggunakan pesawat model mainan berisi bahan peledak untuk menyerang Pentagon dan gedung Kongres AS.

Seorang pria Amerika yang dituduh berencana menggunakan pesawat model mainan yang diterbangkan dengan remote control berisi bahan peledak untuk menyerang Pentagon dan gedung Kongres Amerika telah bersedia mengaku bersalah.

Pernyataan Departemen Kehakiman mengatakan Rezwan Ferdaus usia 26 tahun akan mengaku bersalah atas tuduhan ia hendak merusak dan menghancurkan gedung pemerintah federal serta menyediakan dukungan materi kepada teroris. Sebagai gantinya pemerintah akan membebaskan empat tuduhan lain terhadapnya.

Kesepakatan atas pengakuan bersalah itu diajukan hari Selasa di pengadilan federal di kota Boston. Sebagai bagian dari kesepakatan itu, jaksa dan pengacara mengajukan permohonan hukuman 17 tahun penjara.

Ferdaus, seorang Muslim warga Amerika dengan gelar sarjana fisika dari Northeastern University di Boston ditangkap bulan September setelah operasi FBI yang melihat ia memesan dan menerima bahan peledak dan senjata api dari agen yang menyamar sebagai anggota al-Qaida. Para penyelidik mengatakan masyarakat tidak pernah dalam keadaan bahaya akibat bahan-bahan peledak itu.

Para pejabat mengatakan Ferdaus mulai merencanakan “jihad” atau perang suci terhadap Amerika awal tahun 2010. Mereka mengatakan ia membayangkan bisa menyebabkan dampak psikologis yang besar dengan cara membunuh warga Amerika termasuk perempuan dan anak-anak yang disebutnya sebagai “musuh-musuh Allah”.
XS
SM
MD
LG