Tautan-tautan Akses

AS

Seorang Pasien Ebola Didiagnosa, New York Lakukan Karantina


Pelancong menggunakan kios pemeriksaan paspor di bandara John F. Kennedy di New York.

Pelancong menggunakan kios pemeriksaan paspor di bandara John F. Kennedy di New York.

Dua juru rawat Amerika yang tertular Ebola ketika merawat seorang pasien Liberia kini sudah bebas virus, sementara seorang pasien Ebola Amerika memicu langkah karantina baru di dan sekitar kota New York.

Nina Pham, seorang juru rawat di sebuah RS Dallas, Texas, mengobati pasien pertama yang didiagnosa dengan Ebola di Amerika, dan ia diperbolehkan pulang dari RS Jumat (23/10) dan sempat bertemu dengan Presiden Barak Obama.

Obama memeluk Pham di Gedung Putih tak lama setelah ia keluar dari RS National Institute of Health di Bethesda, Maryland.

Pejabat Kesehatan mengatakan seorang jururawat lainnya dari RS di Dallas yang sedang diobati tidak lagi menunjukkan gejala virus itu tetapi katanya, mereka belum memutuskan apakah ia bisa dipulangkan dari RS Emory university di Atlanta.

Masih pada hari Jumat, Gubernur New York Andrew Cuomo dan New Jersey Chris Christie mengatakan setiap pelaku perjalanan yang masuk ke Amerika dan punya kontak dengan pasien yang terinfeksi Ebola di Afrika Barat akan dihadapkan pada sebuah karantina selama 21 hari.

Mereka mengatakan satu perempuan sudah dikarantina setelah tiba di Bandara Newark di New Jersey pada Jumat (24/10).

XS
SM
MD
LG