Tautan-tautan Akses

Seniman Indonesia, Eko Nugroho Berkolaborasi dengan Louis Vuitton

  • Made Yoni

"Republik Tropis" atau versi Louis Vuitton “Tropical Giant Square” hasil karya Eko Nugroho untuk koleksi scarf musim gugur dan dingin 2013 (VOA/Eko Nugroho-Louis Vuitton).

"Republik Tropis" atau versi Louis Vuitton “Tropical Giant Square” hasil karya Eko Nugroho untuk koleksi scarf musim gugur dan dingin 2013 (VOA/Eko Nugroho-Louis Vuitton).

Eko Nugroho seniman asal Yogyakarta berkolaborasi dengan Louis Vuitton, merek terkenal yang produk-produknya banyak diminati kalangan atas.

Karya Eko Nugroho "Republik Tropis" atau dalam versi Louis Vuitton disebut “Tropical Giant Square” bersama dua seniman lainnya, Eine dari Inggris dengan “Neo Giant Square” dan El Seed dari Tunisia “Calligraphy Giant Square” diluncurkan sebagai koleksi scarf Louis Vuitton untuk musim gugur dan dingin 2013.

“Sebenarnya sewaktu Louis Vuitton menghubungi, saya menyiapkan beberapa desain, ada enam desain tapi akhirnya bersama-sama kami memilih karya 'Republik Tropis',” ujar Eko Nugroho dalam percakapan telepon dengan VOA.
Eko Nugroho, seniman asal Yogyakarta, berkolaborasi dengan Louis Vuitton (Foto: Eko Nugroho).

Eko Nugroho, seniman asal Yogyakarta, berkolaborasi dengan Louis Vuitton (Foto: Eko Nugroho).


Eko Nugroho mengatakan jalinannya dengan Louis Vuitton berawal dari keterlibatannya dalam pameran di ruang seni milik Louis Vuitton di Paris.

Ide "Republik Tropis" menurut Eko Nugroho diperoleh dari konsep karyanya selama ini yang mengangkat isu-isu sosial yang ada di Indonesia. Ia menggabungkan unsur Indonesia dari barat sampai timur, utara sampai selatan, keragaman hayati dan budaya lewat berbagai warna dalam satu komposisi tersebut. Ada Borobudur di belakang motif tersebut, juga ide gunungan dengan kerucut-kerucut di sekitar gambar utama.

Tarrik Benhiba dari Louis Vuitton Amerika mengatakan “Desain para seniman biasanya dipilih langsung khususnya oleh Direktur Creative Marc Jacobs yang jatuh hati dengan seni tersebut”.

Benhiba juga mengatakan scarf dengan desain ketiga seniman tersebut di Amerika telah dipasarkan awal bulan Juli, namun jumlahnya sangat terbatas karena dipasarkan sebagai produk barang koleksi. Scarves ini masing-masing dijual seharga 785 dolar.

Di Indonesia, menurut Eko Nugroho, scarf Louis Vuitton yang menggunakan karyanya secara resmi akan dipasarkan 23 Juli di Jakarta.

Eko Nugroho seniman muda kontemporer lulusan Institut Seni Yogyakarta berusia 36 tahun ini, memperoleh pengalaman internasional baik lewat berbagai pameran seni di Asia, Australia, Eropa dan Amerika.

Karya-karya seni Eko Nugroho antara lain telah dipamerkan di Kiasma Museum of Contemporary Art in Helsinki di Finlandia (2007), The 5th Asia-Pacific Triennial di Brisbane, Australia (2006), dan the Taipei Biennale di Taiwan (2006) hingga New York Tyler Rollins Fine Art (2009).

Tahun 2013, setelah Hongkong dan Berlin pameran tunggalnya "We are What We Mask" diselenggarakan di Singapore Tyler Print Institut di Singapura. Orange County Museum of Art di California telah memajang karya Eko sejak 28 Juni lalu hingga 22 September 2013 sementara di Venice Bienale, Venice di Italia berlangsung sampai 2014.
XS
SM
MD
LG