Tautan-tautan Akses

AS

2 Senator Demokrat Serukan Voting untuk Calon Hakim Agung AS


Kursi tempat duduk Hakim Agung Antonin Scalia dibungkus dengan kain hitam setelah meninggalnya Scalia (dalam usia 79 tahun) yang menjadi hakim agung AS sejak tahun 1986 (16/2).

Kursi tempat duduk Hakim Agung Antonin Scalia dibungkus dengan kain hitam setelah meninggalnya Scalia (dalam usia 79 tahun) yang menjadi hakim agung AS sejak tahun 1986 (16/2).

Dua senator Demokrat bergabung dalam upaya petisi yang menuntut Senat AS agar mempertimbangkan calon Hakim Agung yang ditunjuk Presiden Obama.

Dua senator Demokrat bergabung dalam upaya petisi yang menuntut Senat, yang dikuasai Republik, untuk mempertimbangkan calon Hakim Agung yang ditunjuk Presiden Obama, guna mengisi lowongan di Mahkamah Agung menyusul kematian Hakim Antonin Scalia.

Senator Chuck Schumer dari New York, yang diantisipasi akan jadi pemimpin pihak Demokrat di Senat dalam kurun waktu setahun lagi, dan Senator Richard Blumenthal dari Connecticut hari Rabu (17/2), menyerukan agar sidang dengar konfirmasi diselenggarakan kalau Obama sudah mengajukan calon. Ini harus dilanjutkan dengan pemungutan suara di Senat untuk memutuskan apakah calon itu mengisi jabatan seumur hidup di Mahkamah beranggotakan sembilan hakim itu.

Sebuah kelompok pelobi liberal, Progressive Change Campaign Committee, mengatakan, sudah berhasil mengumpulkan setengah juta tanda tangan yang menuntut sidang dengar dan pemungutan suara oleh Senat terhadap calon yang ditunjuk Presiden Obama.

Pihak Republik di Senat, termasuk pemimpin mayoritas Mitch McConnell, mengatakan, Senat jangan mempertimbangkan calon yang ditunjuk Presiden Obama, dan pengisian jabatan ini harus diserahkan kepada pengganti Obama setelah pemilihan presiden pada November.Alasannya, dengan demikian pemilih Amerika berkesempatan menentukan pilihan untuk Mahkamah Agung ini.

Obama mengatakan, dia akan mengumumkan pilihannya pada waktu yang tepat, dan mencemoohkan lawan-lawannya yang menganjurkan agar jangan menunjuk calon hakim agung. Obama memperingatkan bahwa Konstitusi Amerika mengharuskan presiden mencalonkan hakim agung dan Senat wajib memberikan saran dan persetujuannya terhadap pencalonan ini, dan hal ini tidak ada kaitannya dengan sebuah tahun pemilihan.

Obama mengatakan, dia akan mencalonkan kandidat yang kualifikasinya tidak usah dipertanyakan lagi.

Hakim Agung yang baru, nantinya, akan bisa mengubah keseimbangan ideologi di Mahkamah Agung, sekarang ke 8 hakim agung itu terdiri dari 4 hakim konservatif dan 4 hakim liberal. [jm]

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG