Tautan-tautan Akses

Senator dari Partai Republik Nyatakan Tak akan Pilih Trump


Sen. Susan Collins dari Maine dalam sebuah konferensi pers (21/6). Capitol Hill, Washington, D.C. (foto: AP Photo/Evan Vucci)

Sen. Susan Collins dari Maine dalam sebuah konferensi pers (21/6). Capitol Hill, Washington, D.C. (foto: AP Photo/Evan Vucci)

Senator partai Republik, Susan Collins, berpendapat calon presiden dari Partai Republik tidak newakili nilai-nilai Republik atau "tata pemerintahan yang inklusif" yang diperlukan oleh negara.

Senator partai Republik, Susan Collins mengatakan tidak akan memilih Donald Trump, karena menurutnya calon presiden dari Partai Republik itu tidak mewakili nilai-nilai Republik atau “tata pemerintahan yang inklusif” yang diperlukan oleh negara.

Collins, yang terpilih menjadi anggota Senat pada tahun 1996, menulis dalam sebuah kolom opini di harian Washington Post mengenai pandangannya bahwa Trump tidak layak menjadi presiden karena ia mengabaikan prinsip-prinsip untuk memperlakukan orang lain dengan hormat.

Ia juga menyatakan kekhawatiran bahwa jika terpilih, “kurangnya kemampuan mengendalikan diri dan rentetan komentar tanpa informasi yang cukup yang dilontarkan oleh Trump” akan membuat dunia lebih berbahaya.

Sampai Senin waktu setempat belum ada komentar dari kubu kampanye Trump tentang pernyataan senator itu. Tapi kubu Trump tidak menanggapi surat dari 50 mantan pejabat keamanan nasional dan kebijakan luar negeri yang pernah bertugas di bawah para presiden Republik sebelumnya yang mengatakan mereka juga tidak akan memilih Trump.

Kelompok yang termasuk mantan Menteri Keamanan Dalam Negeri Michael Chertoff dan Tom Ridge, mantan kepala CIA Michael Hayden, dan mantan Direktur Intelijen Nasional John Negroponte itu mengatakan mereka tahu apa yang diperlukan untuk menjadi presiden dan Trump tidak memiliki watak dan pengalaman untuk jabatan itu. [lt]

XS
SM
MD
LG