Tautan-tautan Akses

AS

8 Senator AS Desak Larangan Kunjungi Kuba Dicabut

  • Cindy Saine

Tiga anggota Kongres AS memberikan keterangan pers setelah melakukan kunjungan ke Havana, Kuba bulan lalu (foto: dok).

Tiga anggota Kongres AS memberikan keterangan pers setelah melakukan kunjungan ke Havana, Kuba bulan lalu (foto: dok).

Delapan senator Amerika dari kedua fraksi telah mengajukan Rancangan Undang-Undang mencabut semua larangan bagi warga Amerika untuk melakukan perjalanan ke Kuba.

Walaupun ada anggota Kongres asal Kuba yang menentang keras perubahan mendadak dalam kebijakan pemerintahan Obama terhadap Kuba, yang lain mengatakan waktunya telah lewat untuk mengakhiri embargo Amerika yang telah lebih dari lima dasawarsa terhadap Kuba.

Senator Fraksi Republik Jeff Flake dari Megara Bagian Arizona, adalah salah seorang sponsor rancangan undang-undang itu. Flake mengatakan, sebagian kritikus akan mengatakan, Amerika hendaknya mencoba mendapatkan semacam konsesi dari pemerintah Komunis di Havana sebelum mencabut larangan tersebut, tetapi dia memandangnya dari segi yang berbeda.

“Kita semua perlu ingat bahwa ini adalah sanksi atau larangan bagi warga Amerika, bukan warga Kuba,” kata Senator Flake.

Flake mengatakan warga Amerika harus bisa bepergian ke mana saja mereka mau di dunia, kecuali ada alasan keamanan sehingga mereka dilarang melakukannya.

Para anggota Kongres dari negara-negara bagian pertanian sering mendukung langkah yang akan membuka pintu bagi produk-produk yang dihasilkan oleh negara bagian mereka ke pasar Kuba.

Senator Fraksi Demokrat Dick Durbin berasal dari salah satu negara bagian pertanian itu, dan mendukung kuat usaha mengakhiri larangan bepergian ke Kuba itu. Dick Durbin mengatakan, mungkin tidak bisa segera terjadi dalam satu malam, tetapi ia berharap kebijakan Amerika untuk membuka hubungan dengan Kuba akan melahirkan perubahan dramatis di sana.

Pada tanggal 17 Desember, Presiden Amerika Barack Obama mengumumkan perubahan yang dramatis dalam kebijakan Amerika terhadap Kuba, dengan mengatakan bahwa ia dan Presiden Kuba Raul Castro akan bekerja ke arah menormalkan hubungan antara kedua negara.

Perubahan mendadak ini menimbulkan reaksi marah dari beberapa Senator asal Kuba dan anggota Dewan Perwakilan, termasuk Ileana Ross-Lehtinen, yang tadinya adalah pengungsi politik dari Kuba.

“Seperti Zebra tidak dapat mengubah loreng-lorengnya, rezim Castro tidak dapat dan tidak akan mengubah gaya terorisnya yang anti kebebasan. Adalah kewajiban kita mendukung demokrasi menyuarakan harapan 11 juta orang Kuba yang tertindas di negeri mereka,” ujar Ross-Lehtinen.

RUU serupa melarang warga Amerika melakukan perjalanan ke Kuba juga akan diajukan di Dewan Perwakilan. Namun anggota Kongres mengakui tipis kemungkinan embargo yang berlaku sekarang bakal dicabut dalam waktu dekat. Sidang Dengar Keterangan mengenai kebijakan Amerika terhadap Kuba menurut rencana akan berlangsung di DPR dan Senat pekan depan, dan Kongres harus mengadakan pemungutan suara untuk mengakhiri larangan tersebut.

Pada hari Rabu, Presiden Kuba Raul Castro meminta Amerika mencabut embargo perdagangannya dan mengembalikan pangkalan militer Amerika di Teluk Guantanamo kepada Kuba.

Hari Kamis (29/1), juru bicara Gedung Putih Josh Earnest mengatakan, Amerika tidak akan mengembalikan Guantanamo kepada Kuba sekalipun Pangkalan dan pusat tahanan militer yang kontroversial itu nanti ditutup.

XS
SM
MD
LG