Tautan-tautan Akses

Senator AS: Barat Seharusnya Persenjatai Ukraina


Bangkai-bangkai mobil akibat penembakan baru-baru ini di kota Ilovaysk, Ukraina timur (31/8). (Reuters/Maxim Shemetov)

Bangkai-bangkai mobil akibat penembakan baru-baru ini di kota Ilovaysk, Ukraina timur (31/8). (Reuters/Maxim Shemetov)

Senator Robert Menendez mengatakan Barat harus memperkuat pasukan Ukraina untuk membela diri, namun ia tidak menyarankan pengiriman pasukan AS atau NATO.

Seorang anggota Senat Amerika yang terkemuka mengatakan AS dan Eropa seharusnya mempersenjatai militer Ukraina untuk melawan apa yang disebutnya sebagai invasi Rusia.

Senator Robert Menendez, yang mengepalai Komisi Hubungan Luar Negeri Senat Amerika, mengatakan Minggu (31/8) dari siaran langsung CNN di ibukota Kyiv, bahwa “ribuan” pasukan Rusia kini berada di Ukraina untuk mendukung kelompok gerilyawan separatis. Menurutnya, Amerika, Uni Eropa dan NATO “harus memperkuat pasukan Ukraina untuk bertempur guna membela diri”.

Namun anggota fraksi Partai Demokrat dari negara bagian New Jersey ini mengatakan ia tidak menyarankan agar pasukan Amerika atau NATO dikirim ke Ukraina.

Sebelumnya, Presiden Rusia Vladimir Putin Minggu pagi mendesak “perundingan substantif” dan “segera” tentang status pendirian negara Ukraina Tenggara.

Kantor berita Rusia melaporkan Putin – yang berbicara di sebuah stasiun televisi milik pemerintah Rusia – mengatakan status itu diperlukan “untuk melindungi kepentingan sah warga” yang tinggal di kawasan itu.

Rusia hingga saat ini mendesak peningkatan status otonomi terbatas bagi Ukraina Timur yang dihuni banyak warga berbahasa Rusia.

Uni Eropa mengancam akan menjatuhkan sanksi-sanksi baru terhadap Rusia jika terus melanjutkan aktivitas militer di Ukraina Timur. Tetapi Uni Eropa terpecah tajam soal tindakan militer yang mungkin diambil, karena sebagian besar dari 28 negara anggota Uni Eropa itu sangat tergantung pada pasokan gas dan perdagangan dan Rusia.

Setelah melakukan perundingan panjang, para pemimpin Uni Eropa yang sedang mengadakan pertemuan di Brussels Sabtu pagi mengumumkan telah meminta Komisi Eropa untuk menyusun daftar langkah baru yang bisa diambil jika Rusia jika tidak mengubah sikapnya di Ukraina.

Kanselir Jerman Angela Merkel mengatakan Presiden Rusia Vladimir Putin harus bertindak cepat untuk menghindari sanksi-sanksi baru itu.

Di Brussels, sejumlah pejabat tinggi Eropa pada Sabtu juga mengadakan pertemuan dengan Presiden Ukraina Petro Poroshensko yang menyerukan tanggapan Barat yang lebih tegas terhadap krisis di negaranya.

Poroshenko juga memperingatkan bahwa prospek penyelesaian politik atas krisis yang sudah berlangsung beberapa bulan itu terancam oleh tindakan-tindakan Rusia.

Media Rusia melaporkan Rusia dan Ukraina telah selesai melaksanakan proses saling tukar tahanan. Laporan itu mengatakan Ukraina pada Minggu menyerahkan sejumlah anggota pasukan payung Rusia dan Rusia menyerahkan 63 tentara Ukraina.

Sebuah pernyataan bersama para pemimpin Uni Eropa menuntut Rusia “supaya segera menarik seluruh persenjataan dan pasukan militernya dari Ukraina”. Rusia tetap membantah meski banyak bukti tentang keberadaan pasukan Rusia di Ukraina.

Walaupun beberapa pemimpin gerilyawan mengakui bahwa tentara Rusia kini bertempur di Ukraina, pemimpin separatis Oleksandr Zakharchenko berkeras bahwa tentara Russia bertempur sebagai sukarelawan. Awal tahun ini NATO memperkirakan sedikitnya seribu tentara Rusia ada di dalam wilayah Ukraina.

Presiden Amerika Barack Obama pekan ini berangkat ke Wales untuk mengikuti KTT NATO dan diperkirakan akan membahas krisis ini dan merumuskan strategi untuk mencegah apa yang dipandang sebagai usaha Rusia untuk memperluas kawasannya.

XS
SM
MD
LG