Tautan-tautan Akses

Senat AS Tunda Pemungutan Suara tentang Mata Uang Tiongkok


Presiden Obama kawatir RUU soal sanksi bagi manipulasi nilai Yuan akan memicu balasan Tiongkok dan tidak menyelesaikan masalah.

Presiden Obama kawatir RUU soal sanksi bagi manipulasi nilai Yuan akan memicu balasan Tiongkok dan tidak menyelesaikan masalah.

Pemungutan suara atas RUU soal manipulasi Yuan itu diundur hari Selasa dan diharapkan lolos dengan dukungan bipartisan.

Senat Amerika telah menunda pemungutan suara akhir tentang RUU yang dimaksudkan sebagai balasan atas dugaan manipulasi mata uang Tiongkok.

Pemungutan suara atas RUU itu kini direncanakan hari Selasa dan diharapkan bisa lolos dengan dukungan bipartisan.

Namun demikian langkah tersebut menghadapi tentangan kuat di DPR, dimana Partai Republik memegang kendali.

Kamis pagi Presiden Barack Obama bicara tentang langkah tersebut, dengan mengatakan Tiongkok telah “mempermainkan” sistem perdagangan internasional dengan campur tangan dalam pasar valuta asing untuk menjadikan nilai mata uangnya lebih rendah.

Tetapi Presiden Obama mengatakan ia prihatin RUU itu mungkin melanggar kewajiban perjanjian Amerika, atau memicu pembalasan dari Tiongkok tanpa memecahkan masalah mata uang tersebut.

Presiden Obama mengatakan tindakan Tiongkok mengganggu perusahaan-perusahaan Amerika dengan membuat barang-barang mereka lebih mahal di Tiongkok, dan menjadikan barang-barang buatan Tiongkok memiliki keuntungan di pasar Amerika.

Presiden Obama mengatakan pemerintahnya telah menjadi “agresif” dalam memperjuangkan para eksportir Amerika.

XS
SM
MD
LG