Tautan-tautan Akses

9 Tahun Tsunami, Aceh Diminta Perkuat Siaga Bencana

  • Budi Nahaba

Wagub Aceh Muzakir Manaf memimpin peringatan sembilan tahun tsunami dan gempa Aceh di Banda Aceh (26/12). (VOA/Budi Nahaba)

Wagub Aceh Muzakir Manaf memimpin peringatan sembilan tahun tsunami dan gempa Aceh di Banda Aceh (26/12). (VOA/Budi Nahaba)

Aceh diminta memperkuat kesiapsiagaan dan antisipasi berbagai bencana di daerah yang rentan tersebut.

Wakil Gubernur Aceh Muzakir Manaf menekankan pentingnya rakyat dan pemimpin di provinsi itu lebih bersatu dalam memperkuat kesiapsiagaan dan mengantisipasi berbagai bencana, terutama gempa dan tsunami di masa depan.

“Sepanjang 2013, ratusan gempa melanda Aceh. Saat gempa berkekuatan 6 Skala Richter melanda tanah Gayo, belum lagi selesai masa pemulihan, pasca gempa Gayo, gempa 5,5 SR melanda Tangse Pidie. Semua itu mengingatkan kita agar kita lebih meningkatan kewaspadaan terhadap bencana,” ujarnya, Kamis (26/12) di Banda Aceh.

Muzakir memimpin acara peringatan sembilan tahun terjadinya tsunami di Aceh yang dipusatkan di Taman Sri Ratu Saifiatuddin, Banda Aceh. Diisi dengan doa dan zikir, acara tersebut dihadiri ribuan warga Banda Aceh, tamu dari sejumlah negara Asia dan Eropa, dan beberapa diplomat negara sahabat.

Pada kesempatan yang sama, Wagub Muzakir Manaf menerima secara simbolis dokumen-dokumen digital dari pihak Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) yang memuat berbagai program mitigasi dan pengurangan resiko bencana (PRB) yang telah dipersiapkan untuk didistribusikan kepada daerah-daerah yang dinilai rawan gempa dan tsunami di tanah air.

Wakil Walikota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal mengatakan, ia berjanji akan lebih bekerja keras bersama warga untuk menjadikan hikmah tsunami sebagai kebangkitan warga kota baik dari aspek ekonomi, sosial dan budaya.

“Kami harus lebih bangkit, membangun tatanan reformasi birokrasi, membangun masyarakat yang lebih siaga bencana, kita masukkan ke dalam kurikulum sekolah,” ujarnya.

Beberapa gampong (desa) di wilayah kota Banda Aceh warga menaikkan bendera setengah tiang tanda berkabung provinsi terkait peringatan gempa dan tsunami. Puluhan warga berbondong datang ke sejumlah lokasi pekuburan massal di Ulee Lheue, Lambaro dan beberapa makam massal “syuhada” (korban) tsunami di sejumlah kabupaten kota di pesisir pantai barat provinsi.

Kaum muda terdiri dari siswa sekolah dan santri dayah (pesantren) ikut hadir dalam renungan sembilan tahun tsunami di Banda Aceh. Beberapa siswa mengatakan, mereka mulai diperkenalkan dengan beragam pengetahuan terkait pengurangan resiko bencana (PRB), sementara beberapa lainnya mengatakan pengetahuan PRB perlu diperkuat di level sekolah.

Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPAN RB) Azwar Abubakar mengemukakan pentingnya kemitraan global dalam mengatasi segala dampak bencana yang cukup mengancam warga dunia, termasuk gempa dan tsunami yang pernah terjadi di Aceh.

“Sebagai orang Aceh kita mesti sadar betul, pada saat itu semua manusia datang membantu kita,tidak ada daya sama sekali kalau kita tidak dibantu, bayangan awal saya korban tsunami 2000 jiwa, ternyata 180 ribu jiwa di sepanjang 800 km garis pantai kita,” ujarnya.
XS
SM
MD
LG