Tautan-tautan Akses

Semakin Banyak Warga AS Berminat Belajar Masak

  • Susan Logue Koster

Di Amerika, bagi mereka yang ingin mendapat instruksi praktis, juru masak profesional menawarkan kursus mempersiapkan makanan (foto: dok).

Di Amerika, bagi mereka yang ingin mendapat instruksi praktis, juru masak profesional menawarkan kursus mempersiapkan makanan (foto: dok).

Meskipun gaya hidup yang sibuk sering memaksa keluarga Amerika makan dengan terburu-buru, minat untuk belajar memasak juga meningkat.

Tidak setiap hari keluarga bisa duduk makan bersama di tempat tinggal mereka. Namun, Jane Rasmussen yang tinggal di daerah Falls Church, Virginia, berusaha memasak makan malam bagi keluarganya, setidaknya dua kali seminggu.

“Sangat menyenangkan bisa menikmati hidangan bersama, dan jika kita bisa menerapkannya dalam kegiatan mingguan bisa sangat berarti,” ujarnya.

Namun, seperti sebagian besar perempuan Amerika, Rasmussen selain menjadi ibu rumah tangga juga bekerja. Ia adalah seorang pengacara, dan sulit meluangkan waktu untuk memasak, apalagi anak-anaknya sangat memilih-milih jenis makanan.

“Saya tidak terlalu suka masakan,” kata Kate, putri Rasmussen.

Rasmussen kemudian mendaftar ke Sekolah Masak Culinaria di Vienna, Virginia, yang menawarkan segala macam kursus, mulai dari teknik memanggang sampai dasar-dasar bagi pemula.

Para siswa di sini tidak berkeinginan menjadi juru masak profesional. Mereka hanya ingin membuat masakan yang lebih baik, kata salah seorang pimpinan sekolah itu, Stephen Sands.

“Saya kira ada perubahan, minat memasak meningkat luar biasa besar,” paparnya.

Luapan minat itu tercermin pada pertumbuhan pesat Culinaria yang mulai menawarkan kelas-kelasnya dua tahun lalu.

“Kini kami mempunyai 15 ahli juru masak yang bekerja di sekolah ini. Sewaktu memulai pertama kali kami hanya punya lima tau enam murid di satu kelas,” ujar Sands lagi.

Karena salah satu kursus dilakukan pada hari kerja, ada kelas yang hanya mempunyai dua belas siswa. Sands mengatakan, kelas-kelas akhir pekan dan petang sering jumlahnya dua kali lipat.

Salah satu alasan para siswa memadati kelas-kelas memasak di seluruh Amerika adalah program televisi seperti The Food Network, saluran kabel yang dikhususkan untuk acara seputar mengolah makanan. Tetapi, Sands mengatakan ada alasan lain.

“Saya sudah melihat perubahan dari mulai mengambil makanan dari kulkas kemudian menghangatkannya dalam microwave dan setiap orang makan sendiri-sendiri menjadi orang menikmati hidangan bersama, Saya rasa kebiasaan itu kembali,” paparnya.

Ini tepat bagi keluarga Rasmussen.

“Saya mendapati anak-anak lebih senang kalau saya tidak mempersiapkan masakan yang sama terus menerus dan kami berkesempatan duduk bersama,” Ujar Rasmussen.

Anak-anak Jane Rasmussen mengatakan kelas yang diambil ibu mereka membuat Jane lebih percaya diri.

Jack, putra Rasmussen, mengatakan, “Ia mencoba hal baru yang tidak disukainya yang ia perkirakan akan disukai keluarga.”

Kate Rasmussen menambahkan, “Ia memasak masakan yang belum pernah saya makan atau dengar sebelumnya, tetapi rasanya enak.”

Jane Rasmussen mengatakan ia akan mempertimbangkan untuk mengambil kelas memasak lainnya, kalau saja ia bisa menyisihkan waktunya.
XS
SM
MD
LG