Tautan-tautan Akses

Selandia Baru Mulai Makamkan 148 Korban Gempa


Maree (kiri), Jasmine (tengah) dan Norm Butcher memandangi rumah mereka di Christchurch, Selandia Baru, yang rubuh akibat gempa.

Maree (kiri), Jasmine (tengah) dan Norm Butcher memandangi rumah mereka di Christchurch, Selandia Baru, yang rubuh akibat gempa.

Pemakaman para korban gempa, termasuk salah satu di antaranya seorang bayi laki-laki, berlangsung Senin ini di Christchurch, Selandia Baru.

Selandia Baru mulai memakamkan 148 korban yang tewas dalam bencana gempa bumi minggu lalu.

Seorang bayi laki-laki berusia lima bulan termasuk di antara korban pertama yang dimakamkan pada hari Senin di Christchurch. Bayi bernama Baxtor Gowland lahir tak lama setelah kota itu dilanda gempa sebelumnya pada bulan September tahun lalu.

Pemakamannya diselenggarakan selagi pihak berwenang memperingatkan angin kuat Senin ini dapat membawa debu-debu yang terkontaminasi dan dapat membahayakan struktur bangunan-bangunan yang sudah melemah akibat gempa 6,3 skala Richter. Makin banyak orang harus diungsikan menjelang badai tersebut untuk menghindari bahaya tanah longsor dan runtuhnya batu-batuan.

Para pejabat mengatakan Christchurch akan terhenti bisnisnya selama berbulan-bulan sampai jalan-jalan dan gedung-gedung kantornya dibangun kembali dan aman.

Perdana Menteri Selandia Baru John Key pada hari Senin ini diperkirakan akan membahas bersama kabinetnya rencana bantuan keuangan kepada 50.000 orang yang diperkirakan akan menganggur karena gempa.

Pihak berwenang juga telah mulai memperkirakan jumlah kerugian akibat kerusakan. Pemerintah sedang mencari masukan tentang retribusi tambahan yang mungkin kepada semua rumah tangga untuk membantu mengumpulkan dana asuransi.

XS
SM
MD
LG