Tautan-tautan Akses

Sekjen PBB Peringatkan Kekerasan di Afrika Tengah akan Berlanjut

  • Lisa Schlein

Kepala HAM PBB Navi Pillay di Jenewa melaporkan pelanggaran HAM besar-besaran yang terjadi di ibukota Republik Afrika Tengah, Bangui (foto: dok).

Kepala HAM PBB Navi Pillay di Jenewa melaporkan pelanggaran HAM besar-besaran yang terjadi di ibukota Republik Afrika Tengah, Bangui (foto: dok).

Sekjen PBB Ban Ki-moon memperingatkan kekerasan massal di Republik Afrika Tengah (CAR) akan berlanjut jika siklus kekerasan dan balas dendam di negara itu tidak segera dihentikan.

Peringatan Sekjen PBB Ban Ki-moon itu disampaikan hari Senin (20/1) kepada Dewan HAM PBB, yang menyelenggarakan sesi khusus terkait situasi HAM di CAR.

Ban Ki-moon menyebut peristiwa-peristiwa yang terjadi di CAR merupakan krisis dalam proporsi yang sangat besar. Ia mengatakan dibutuhkan tindakan segera dan terpadu, jika tidak, kekerasan sektarian akan meningkat dan perpecahan umat Kristen-Muslim akan semakin mengakar dalam.

Penjabat Direktur Kantor PBB di Jenewa, Michael Moller, menyampaikan pesan Ban Ki-moon tersebut kepada Dewan HAM PBB.

Kantor Komisi Tinggi untuk HAM dan badan PBB lainnya telah mendokumentasikan pelanggaran HAM parah dan meluas. Pelanggaran-pelanggaran mengerikan ini memecah masyarakat Muslim dan Kristen yang telah puluhan tahun hidup berdampingan secara damai sebagai tetangga dan sahabat. Ketegangan agama bukan bagian dari masa lalu CAR dan tidak boleh dibiarkan menjadi bagian masa depan mereka.

Sesi ini berlangsung selagi pembunuhan dan kekerasan terus berlangsung di CAR. Palang Merah Internasional melaporkan sedikitnya 50 orang tewas dalam kekerasan di barat laut negara itu selama akhir pekan.

Kepala HAM PBB Navi Pillay telah menyampaikan laporan kepada Dewan HAM tentang hasil misi pencari fakta yang dilakukan tanggal 12 sampai 14 Desember. Dokumen itu melaporkan pelanggaran HAM besar-besaran yang terjadi di ibukota, Bangui, dan tempat-tempat lain oleh bekas pemberontak Seleka, milisi anti-Balaka, dan oleh warga sipil Muslim dan Kristen.

Pelanggaran HAM itu mencakup eksekusi, kekerasan seksual, penculikan, penyiksaan, penangkapan dan penahanan tanpa proses hukum.

Navi Pillay mengatakan sejak 24 Desember kantor perdamaian PBB yang dikenal sebagai BINUCA setiap hari menerima laporan kematian warga sipil di Bangui dan daerah daerah lainnya.

“Saya mendukung pembentukan komisi penyelidikan internasional oleh Dewan Keamanan, yang akan mengirim pesan tegas kepada para pelaku pelanggaran dan penyiksaan bahwa masyarakat internasional berkomitmen untuk mengadili mereka.”

Duta Besar CAR untuk PBB, Leopold Ismael Samba, mengatakan kepada Dewan HAM bahwa penyebab utama krisis itu adalah tidak berfungsinya pemerintahan dan meluasnya kemiskinan. Ia mengatakan masyarakat internasional harus segera membantu memulihkan hukum dan ketertiban serta pembangunan di negaranya.
XS
SM
MD
LG