Tautan-tautan Akses

Sekjen PBB: Pembunuhan di Sri Lanka Picu Pengawasan Terkait HAM


Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon di Naypyitaw, Myanmar, 31 Agustus 2016 (Foto: dok).

Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon di Naypyitaw, Myanmar, 31 Agustus 2016 (Foto: dok).

Panel ahli yang ditunjuk oleh Ban Ki-moon telah melaporkan bahwa sampai 40.000 warga sipil etnis Tamil sebagian besar mungkin tewas akibat tembakan pasukan pemerintah dalam beberapa bulan terakhir pertempuran.

Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon mengatakan hari Jumat (2/9) bahwa badan dunia itu telah gagal melindungi warga sipil dalam konflik, dan pembunuhan di akhir perang saudara di Sri Lanka tujuh tahun lalu mendorongnya untuk meluncurkan sebuah inisiatif untuk segera memusatkan perhatian pada pelanggaran hak asasi manusia.

Sementara Sri Lanka sedang terlibat dalam proses rekonsiliasi, PBB mulai melakukan pemeriksaan diri, kata Ban dalam kunjungan tiga hari ke Sri Lanka.

Dia mengatakan seandainya PBB lebih aktif selama perang saudara di Sri Lanka, banyak nyawa mungkin bisa diselamatkan.

Panel ahli yang ditunjuk oleh Ban telah melaporkan bahwa sampai 40.000 warga sipil etnis Tamil sebagian besar mungkin tewas akibat tembakan pasukan pemerintah dalam beberapa bulan terakhir pertempuran, yang berakhir Mei 2009 dengan kekalahan pemberontak Macan Tamil.

Pemberontak telah berjuang untuk sebuah negara merdeka bagi etnis minoritas Tamil yang termarjinalisasi secara sistematis oleh pemerintah yang berturut-turut dikuasai oleh mayoritas Sinhala.

Kedua belah pihak menuduh pelanggaran hak asasi manusia yang serius dengan tidak adanya saksi independen setelah pemerintah mengusir pekerja bantuan dan PBB. [as/ab]

XS
SM
MD
LG